Tag Archives: Hee Chul

TEARS ARE FALLING (4/?)

Standard

TEARS ARE FALLING (4/?)

 

Action, romance. PG +17

Cast :

Aiden Lee / Lee Dong Hae

Cho Kyu Hyun

Park Seo Na

Kim Hee Chul

Other’s Cast

 

 

 

“aku harus melindunginya, harus… aku akan menolongnya. Tetapi aku tidak bisa lari dari musuh, akhirnya untuk dapat melindunginya, hanya ada satu cara… yaitu dengan mengganti nyawanya dengan nyawaku… itulah cara untuk melindungi orang yang ku cintai”. – (Kyu Hyun – VCR Day Dream – SS5)

Aku merasakan hari itu sepertinya semua benar-benar berakhir, suara tembakan itu tidak seperti suara tembakan yang pernah ku dengar sebelumnya. Aku mulai tau, bagaimana rasa sakitnya ketika aku menembakkan peluru itu ketubuh mereka, karena kali ini aku merasakannya, aku mendengar tiga tembakan, tapi hanya satu yang terasa menembus perutku, dan yang duanya lagi aku yakin itu mengarah kearah pria yang baru saja memelukku… bagaimana keadannya, kenapa ia melakukan ini padaku? Kenapa ia menggantikkan nyawanya dengan nyawa wanita pembunuh sepertiku?.

“KYU-YA!!! Ahk… Kyu…!!!”. Seo Na menjerit menahan sesak didadanya yang begitu hebat, bukan karena darah yang kini terus mengalir di sisi perut bagian kirinya, tapi pria yang kini sudah jatuh kelantai dalam dekapannya, pria yang terkena tembakan di dadanya, ia yakin dua tembakan terakhir mengarah ke arah dada Kyu Hyun, bagaimana pria itu dalam seketika merubah keadaan diantara mereka.

“Seo Na! Park Seo Na!”. Seorang pria berlari kearah Seo Na, menatap Seo Na dengan wajah yang berubah pucat, tak kalah pucat dari gadis itu yang kini menahan sakit diperutnya dan juga sakit dihatinya melihat kondisi seorang pria yang kini berada dalam dekapannya, tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi dari wajah pria itu, semuanya seakan ikut pergi dari pria yang ia cintai dimasa lalu itu. “Aiden-ssi… Kyu-ku sudah tidak ada”. Ucapnya lemah, sampai akhirnya gadis itu tidak bisa merasakan apa-apa lagi selain rasa sakit yang terus dirasakannya.

~~~000~~~

2 mont later…

Dong Hae memutar ganggang pintu rumah sakit itu, ini sudah seperti kebiasaanya beberapa minggu ini, berkunjung ke kamar 205 tempat gadis-nya di rawat. ini sudah minggu ke tiga sejak gadis itu tidak sadarkan diri, tidak ada tanda-tanda yang diharapkannya pada gadis itu untuk segera sadar, karena peluru yang tertembak didalam perutnya cukup membuat kesadaran gadis itu terenggut. Operasi pengangkatan benda membunuh yang bersarang dalam tubuhnya itu berjalan baik, tapi ada kemungkinan lain yang kini tengah diderita gadis yang tengah berbaring diranjang rumah sakit itu, trauma dimasa sulitnya saat itu menyebabkan kemungkinan kembalinya kesadaran gadis itu hanya beberapa persen, akibat trauma yang cukup mengguncang jiwanya saat kejadian yang ia alami saat itu.

Pria itu membuka jasnya, melonggarkan dasinya meletakkan jas hitam itu di sofa empuk di bawah jendela ruang inap Seo Na, Dong Hae mendekat kearah gadis itu, duduk persis disamping kanan Seo Na menatap wajah gadis itu polos dengan mata tertutup, pemandangan ini yang selalu terpaksa dinikmati Dong Hae, berharap gadis itu kembali seperti sedia kala, yang ia rindukan saat ini adalah suara Seo Na dan senyum gadis itu yang sudah membuatnya terjerat jauh dalam kehidupan Seo Na.

“Park Seo Na-ssi, bangunlah, Kau tau aku sangat merindukanmu”. Dong Hae memejam matanya, mengenggam telapak tangan gadis itu, tidak ada balasan dari genggaman tangan itu. Dong Hae menarik napasnyanya dalam, ingin sekali ia menghilangkan rasa sakit yang terus menusuk dihatinya ketika melihat Seo Na terkulai lemah di ranjangnya.

Dong Hae melepas genggamannya dari gadis itu, kini tubuhnya beringsut berbaring persis di samping gadis itu, kini dengan leluasa Dong Hae bisa melihat wajahnya, wajah gadis yang menjadi candunya selama ini, suaranya, tingkah lakunya, sentuhannya. Tapi begitu hebatkah sakit yang dirasakan Seo Na sehingga ia lebih memilih tetap dialam bawah sadarnya, begitu parahkah trauna yang dialami Seo Na selama ini?

“kami tidak bisa banyak melakukan apa-apa terhadap Park Seo Na-ssi, karena trauma yang selama ini ia alami, ia memilih untuk tetap bertahan dialam bawah sadarnya, kita hanya butuh waktu untuk menunggu kembali kesadarannya, mungkin ini akan memakan waktu yang lama. Dan mengenai luka karena tembakan itu, saya rasa tidak terlalu membahayakan lagi, Aiden-ssi”.

Dong Hae memutar bola matanya, menghembus napasnya kasar, masih teringat ucapan Dokter itu beberapa minggu lalu tentang gadis-nya. “Seo Na-ya , aku mencintaimu, bangunlah”. Pria itu menutup matanya, merasakan sesak hebat didadanya, mungkinkah Park Seo Na akan kembali?

~~~000~~~

Entah apa yang membuat gadis itu masih ingin terus larut dalam ketidak sadarannya, kekuatannya untuk segera membuka mata pupus begitu saja ketika kejadian menyakitkan itu terus saja menari-nari dialam bawah sadarnya, ia ingin tetap seperti ini, ia tidak ingin menerima kenyataan yang pahit tentang hidupnya, tapi haruskah ia terus seperti ini, terus bersembunyi dialam bawah sadarnya, ia masih punya kedua adik perempuannyakan? ia masih punya kehidupan yang harus diselesaikan, ia harus menyelesaikan semua yang ia tinggal, dan bagaimana dengan pria itu? apa dia masih menunggu kesadarannya? Apa pria itu masih setia menunggunya? Seo Na, ia ingin sekali kembali dari ketidak sadarannya, tapi bagaimanapun trauma yang baru saja ia alami hampir membuatnya tidak ingin kembali lagi, tetap seperti ini, setengah mati? Mungkin.

Entah kenapa hari ini, ketidaksadaran gadis itu terusik, tangis seorang pria begitu saja terdengar, ia ingin bangun, melihat siapa yang tengah menangis didekatnya, ditambah lagi sinar matahari yang kali ini benar-benar memaksanya untuk bangun, menyelesaikan semua permasalahannya, ini sudah lama bukan? Sudah cukup untuk berlari.

Gadis itu membuka matanya pelan, merasakan keadaan didekatnya seketika putih normal, hanya beberapa yang berbeda warna, dan ia yakin itu adalah lukisan bunga mawar yang tergantung tepat didinding dihadapannya, tidak hanya itu kini disampingnya sudah tersaji begitu saja wajah polos seorang pria dengan air mata yang terus mengalir dari matanya, dan ia yakin pria itu tengah terpejam, dan mungkin saja sedang bermimpi buruk. Seo Na menarik ujung bibirnya kebelakang, menikmati wajah pria yang tak ia kenali itu, tapi ia yakin pria itu pria baik-baik, entah bagaimana ia bisa berpikiran sedemikian, tapi sejak tadi, sejak ia menatap wajah pria itu ia merasakan hatinya terguyur ombak lautan yang begitu tenang, wajahnya, benar-benar menyenangkan, meskipun Seo Na kecewa, kenapa ada air mata disana.

“kau menangis? Apa kau bermimpi buruk Wajangnim?”. Gumamnya pelan, takut jika suaranya bisa membangunkan pria itu, dengan pelan kini ujung ibu jarinya menyentuh pipi pria itu, menghapus pelan air mata yang terus mengalir disana, detik kemudian pria itu bergerak pelan, Seo Na menarik tangannya, menatap wajah pria itu yang kini tengah berusaha membuka matanya. ‘astaga, aku membuatnya terbangun’. Gumam gadis itu lalu segera duduk diatas ranjang putih itu, sedikit mundur takut jika laki-laki itu bisa marah padanya, atau mengatakan ‘kenapa menyentuhku, dan membuatku terbangun?’. Bukankah ia tidak mengenal pria tampan itu, tidak mengenal?

~~~000~~~

Pria itu masih bergelut dengan tidurnya, didalam mimpipun ia masih bisa merasakan sakit seperti ini, ia tidak tau persis bagaimana caranya menangis, tapi jika mengingat gadis-nya yang masih terkulai lemah dihadapannya ia merasakan tiba-tiba sesak didadanya dan membuat air matanya keluar begitu saja, dan kali ini ia bermimpi tak enak lagi, bermimpi tentang gadis itu. detik kemudian ia bisa dengan jelas mendengar suara gadis itu, sudah lama sekali rasanya dan kali ini benar-benar seperti nyata, ditambah kini ia merasakan sentuhan penuh kasih sayang di pipinya, dan ia yakin sentuhan itu sama dengan sentuhan Seo Na, sentuhan yang tak pernah lagi ia rasakan, tapi bagaimana bisa ini benar-benar seperti nyata, apa Park Seo Na sudah bangun? Apa gadis itu kini tengah memperhatikan wajahnya?

Detik kemudian, Dong Hae berusaha membuka matanya susah payah karena terlalu berat akibat kurang istirahat beberapa minggu ini, karena pekerjaan di kantor yang mengharuskan pria itu bekerja ekstra, ditambah ia harus menjaga Seo Na dirumah sakit, meskipun itu bukanlah hal yang menjadi masalah buatnya. Dong Hae mengerjapkan matanya, dan kini ia yakin wajah yang kini tengah ada dititik fokus pandangannya adalah wajah Seo Na, gadis itu? ia sudah sadar? Ini bukan mimpi bukan? Benarkah?

Dong Hae menarik badannya untuk segera bangun, menatap gadis itu yang kini tersenyum kepadanya, senyum yang paling dirindukan Dong Hae dan kini gadis itu tengah tersenyum padanya. Ia yakin, ia tidak sedang bermimpi, ia yakin Park Seo Na-nya sudah kembali, Dong Hae memeluk gadis itu erat, tidak peduli ekspresi terkejut dari gadis itu, tidak peduli jika gadis itu marah dan meronta-ronta karena pelukan-terlalu erat-nya, yang ia tau Seo Na sudah kembali, gadis itu sudah berada didalam pelukannya.

“yang aku lakukan adalah, hanya berada disampingnya…. jika terjadi keajaiban… jika kejadian dimasa lalu dapat mengubah… kalau bisa, mengembalikan semuanya…

Terjadi keajaiban…. dia telah terbangun, senyumnya yang indah, dia tersenyum didepanku saat ini…. aku sangat berterimakasih….”

(Dong Hae – VCR Day Dream – SS5)

Gadis itu heran, tapi entah kenapa ia merasa nyaman didalam pelukan pria yang tak ia kenali sama sekali ini, entah kenapa tubuhnya begitu rindu pada pelukan itu, tapi bagaimanapun ia tidak mengenal pria itu bukan? Ia tidak mengenal siapapun, dan siapa dia. Seo Na merenggangkan pelukan itu, menatap manik mata pria yang kini tengah menatapnya dengan mata yang berlinang air mata, terdengar menggelikan, tapi itulah yang kini tengah tersaji dihadapan Seo Na. Pria itu menelungkupkan kedua telapak tangannya diwajah Seo Na, mendaratakan ciuman hangat di dahi gadis itu, Seo Na tak bergeming, ia tak menolak lebih menikmati perlakuan pria yang tak ia kenali itu, entahlah, semua yang pria itu lakukan terhadapnya seperti hal biasa yang pernah ia lakukan dimasa lalu, tapi bukankah ia tak menganal pria itu.

“kau kembali, kau tau aku merindukanmu. Kenapa kau membiarkanku begitu lama menunggumu? Heum?”. Gadis itu tersenyum mendengar ucapan yang terdengar manja dari pria itu, ia hampir terkekeh geli, bagaimana pria tampan itu begitu mengkhawatirkannya, seperti kekasihnya saja.

“aku? Memangnya aku dimana?”. Dong Hae berkedik, pertanyaan gadis itu benar-benar terdengar aneh, bagaimana ia bisa tidak tau dimana ia sekarang. “anda siapa? Apakah anda pangeran?”. Dong Hae menjatuhkan tangannya yang sejak tadi berada dipipi Seo Na, menatap gadis itu tak percaya, bagaimana gadis itu bertanya siapa dirinya? Dia Aiden Lee, dia pria yang mencintai Seo Na, dengan cepat pria itu menekan tombol putih di atas ranjang, yang menghubungkan keluar ruangan.

~~~000~~~

“saya rasa, ini menyangkut traumanya dimasa lalunya Aiden-ssi, Seo Na-ssi tidak bisa lagi mengingat penderitaan dan masalahnya dimasa lalu sehingga ia melupakan sebagian besar ingatannya tentang penderitaan itu termasuk orang-orang yang ada didalam masalah itu, Anterograde Amnesia itu adalah penyakit yang tengah di derita Seo Na-ssi. Satu-satunya cara agar ingatannya kembali yaitu dengan memaksanya mengingat kejadian yang membuatnya trauma, mungkin akan membuat jiwanya kembali terguncang, tapi demi ingatannya saya rasa anda bisa melakukannya Aiden-ssi”. Dong Hae menganggukan kepalanya, menarik napasnya dalam lalu menghembuskannya tak beraturan, ia tidak bisa mencerna dengan jelas ketika pria berjubah serba putih itu menyebutkan tentang keadaan Seo Na saat ini, lalu apa yang harus Dong Hae lalukan? Mengatakan pada gadis itu, jika Kyu Hyun nya sudah terbunuh karena melindunginya, mengatakan pada gadis itu jika ia seorang pembunuh? Atau mengatakan jika dirinya adalah salah satu calon korban kekejiannya? ‘Gila! Aku tidak mungkin menyakiti gadis itu lebih dalam lagi!’. Pekik Dong Hae dalam hatinya.

 

~~~000~~~

 

Meskipun aku sakit, meskipun aku terluka, aku dapat hidup jika ada dirimu….

Hidup tanpamu seperti sebuah kematian bagiku….

(Day Dream – Super Junior)

Dong Hae menatap gadis itu yang kini tengah berdiri menghadap keluar didepan jendela kamarnya, tatapannya kosong tidak ada raut kecewa, bahagia, sedih maupun semacamnya, yang ditemukan Dong Hae wajah tanpa eskpresi yang kini tengah menikmati pemandangan yang tersaji dari balik jendela kaca yang cukup luas itu, Dong Hae beranjak dari tempatnya berdiri mengamati Seo Na, ia beralih ke samping gadis itu, sebelum Seo Na menyadari kehadirannya

Eo, Wajangnim. Kau lagi”. Ucap gadis itu dengan senyum manis ciri khasnya, tanpa aba-aba Dong Hae membalas senyuman manis itu, meskipun kini hatinya seperti terasa ditikam. Bagaimana gadis itu bisa memanggilnya Pangeran? Seo Na saat ini tak lebih terlihat seperti anak-anak yang sedang menggemari tokoh pangeran difim-film kartun.

“Park Seo Na, kau lapar?”. Tanya Dong Hae, Seo Na memutar tubuhnya kearah Dong Hae menatap wajah itu lekat.

“namaku Park Seo Na?”. Gadis itu balik bertanya, Dong Hae menangguk menatap manik mata Seo Na yang benar-benar terlihat sangat polos, tidak ada Seo Na yang dulu yang terlihat angkuh dan dingin, Seo Na yang didepannya saat ini adalah Seo Na yang mungkin pernah menjadi milik pria dimasa lalu gadis ini, Cho Kyu Hyun. Ah, Cho Kyu Hyun, Dong Hae teringat tentang pria itu. ia sudah meninggal tepat ditempat kejadian saat hari itu, ia memang tak mengatakan apa-apa pada Dong Hae tapi pria itu berharap Seo Na tak mengetahui tentang hal itu, itu hanya akan menambah sakit pada gadis itu bukan? Sudah cukup.

“hei, kau melamun. Apa kau sedang bersedih, sejak tadi kau menangis dan sekarang malah melamun, kau memikirkan seseorang?”. Suara Seo Na membuyarkan lamunan Dong Hae, pria itu tersenyum, menarik tubuh ramping gadis itu kedalam pelukannya, entah kenapa ia yakin satu-satunya yang bisa menenangkan pikirannya saat ini adalah dengan terus mendekap tubuh gadis itu.

“tidak, aku tidak bersedih”. Detik kemudan Dong Hae melepaskan pelukan mereka, mengenggam kedua tangan Seo Na menatap gadis itu lekat. “apa kau tidak mengingatku?”.

Seo Na memutar kedua matanya, lalu tersenyum kearah Dong Hae sambil menggelangkan kepalanya. ”tapi aku rasa kau adalah pangeran yang diutus untukku bukan?”. Ucapan gadis itu malah semakin menikam batinnya, bagaimana bisa semua ini terjadi pada Seo Na, haruskah ia mengembalikan ingatan gadis itu?

~~~000~~~

Yu Ra menyeruput teh hangatnya, mengalihkan pandangannya keluar jendela restoran itu, pikiran gadis itu kini entah melayang kemana, sudah 2 bulan ia tidak bertemu dengan Dong Hae, semenjak ia menemui pria itu dirumah sakit saat Dong Hae menjaga Seo Na disana. akhirnya pikiran gadis itu tertuju kembali pada Park Seo Na, gadis yang benar-benar dibencinya, gadis yang benar-benar hebat merubah nasib tiga orang pria dalam satu hentakkan. Tentu saja, gadis itu bisa membuat mantan kekasihnya Cho Kyu Hyun meninggal karena menyelamatkan dirinya, dan Ayah pria itu Tuan Cho yang dikabarkan sudah menyerahkan diri ke pihak berwajib karena merasa bersalah dan khasus tentang pembunuhan kedua orang tua Seo Na terungkap setelah Dong Hae kembali membuka khasus itu pada Pihak yang lebih berhak menanganinya, dan lagi tidak ada jalan lain bagi Pria tua itu untuk segera masuk dalam jeruji besi, tentu saja, bukankah orang-orang pesuruhnya itu salah sasaran, seharusnya Seo Na yang mati bukan? tapi yang menjadi korban saat itu adalah anak laki-laki satu-satunya itu, ditambah lagi nasib pria tampan Aiden Lee yang sudah memberikan semua waktunya untuk menjaga gadis itu, hingga ia berani memaki Yu Ra dan mengancam gadis itu jika ia berani melukai Seo Na-nya lagi, ‘Cih menjijikan!’. Umpat gadis itu dalam hati, ironis memang.

“sudah lama menunggu?”. Ucap seorang pria jakung kira-kira berumur 30 tahun, tapi jika dilihat dengan mata kepala pria itu benar-benar seperti anak remaja imut yang memang tidak pantas menyandang umurnya yang sekarang. Pria itu duduk dihadapan Yu Ra tanpa aba-aba terlebih dahulu dari gadis itu menaggalkan kaca matanya dan meletakkan di atas meja.

“akhirnya kau datang juga, aku kira aku harus menunggumu lebih lama lagi disini Kim Hee Chul-ssi”. Ucap gadis itu dingin, pria yang didepannya itu hanya terkekeh tak jelas melihat ekspresi gadis yang berada dihadapnnya itu.

“sudahlah Yu Ra-ya, berhenti berbicara formal pada Oppa-mu, kau mau kubuang ke gurun pasir ya, bukannya menyambut Oppa-mu yang tampan ini malah memakinya”. Yu Ra mencibir, kata-kata tampan itu tidak cocok untuk sepupunya tapi ia lebih cocok dikatakan cantik, karena wajahnya yang memang begitu mempesona dibanding lelaki kebanyakan.

“jadi di Amerika kau banyak menghabiskan waktu digurun pasir?”. Ejek gadis itu, yang hanya mengundang tawa lebih besar dari sepupunya itu. “Oppa, tidak bisa jika tidak tertawa seperti itu?”.

“baiklah, aku tau Mood mu sedang tidak bagus. Jadi apa yang membuatmu mengajakku bertemu disini, aku baru saja pulang dari Amerika aku belum istirahat sama sekali”. Yu Ra menyipitkan matanya, menendang pergelangan kaki pria itu dibawah meja, Hee Chul meringis kesakitan meskipun ia yakin tendangan gadis itu belum maksimal, biasanya Yu Ra akan meluncurkan serangan lebih ganas pada dirinya. “Ya! kau benar-benar mau ku kirim ke gurun pasir?”.

Yu Ra terkekeh, melihat eskpresi Hee Chul yang meringis sambil terus memakinya. “baiklah, berhenti bercanda. Maksudku menemuimu karena aku ingin meminta bantuan padamu Oppa”. Hee Chul menyipitkan matanya, sembelum mendengar penjelasan dari sepupunya itu.

~~~000~~~

“aku yakin kau bisa menyingkirkan dirinya dari Dong Hae-ssi, aku tidak mungkin membunuhnya, aku tidak sekeji dia. Dan kemarin aku mendapat berita jika gadis itu sudah sadar dan akan tinggal bersama Dong Hae. Aku hanya ingin Oppa memisahakan dia dari Dong Hae, hanya dengan membuatnya mencintaimu, lalu jika kau bosan kau boleh mendepaknya dari hidupmu, dan Dong Hae bisa jatuh ketanganku. Oppa, kau tidak mau bukan melihatku sengsara hanya karena gadis rendahan itu?”.

Pria itu memfokuskan dirinya kembali pada layar komputernya, baru saja ia mengingat kembali ucapan adik sepupunya tentang gadis yang dimaksud Yu Ra. Jika bukan karena melihat Yu Ra bahagia, dia tidak akan melakukan hal gila seamacam ini. Hee Chul paling enggan untuk bermain-main hal yang semacam ini, apa lagi soal wanita dan menyangkut hati, tapi bagaimanapun ia harus membantu adik sepupunya itu bukan? Lagi pula ini hanya sederhana, membuat gadis itu jatuh cinta padanya, dan suatu saat menyuruh gadis itu untuk melupakannya dan ia bisa kembali ke Amerika lagi.

“Park Seo Na, nama yang bagus dan juga cantik”. Gumam pria itu sambil memandangi selembar poto dengan seorang wanita yang tersenyum manis disana.

~~~000~~~

Dong Hae meletakkan beberapa makanan dimeja makan, ia tidak terlalu hebat dalam memasak tapi untuk yang kedua kalinya ia ingin membuat sarapan yang nikmat untuk penghuni baru dirumah mewahnya ini, sesekali ia melirik kearah gadis yang tengah duduk manis di meja makan sambil memegang sebuah benda berbentuk kotak bewarna putih yang menjadi kesukaannya akhir ini.

“tidak lelah bermain Game diponsel ku itu?”. ucap Dong Hae, tatapan gadis itu beralih ke Dong Hae ia hanya terkekeh sebantar lalu kembali asik dengan benda yang berada digenggamannya. ‘melihatmu seperti itu membuatku enggan untuk mengembalikan ingatanmu Seo Na-ssi’. Gumam Dong Hae, lalu pria itu membawa makanan didalam tampan menuju meja makan.

Eo, kau memasaknya untukku?”. Tanya gadis itu, lalu meletakkan asal ponsel Dong Hae yang sejak tadi ditangannya.

“tentu saja, makanlah yang banyak, bukankah kau lapar?”. Dong Hae tersenyum, Seo Na menarik sendok dari piringnya itu, ia tau cara makan yang baik, pengetahuannya tak terlalu terganggu, hanya beberapa yang terlupakan, namun kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, dan yang lainnya masih diingatnya dengan jelas.

“ini enak, aku menyukainya”. Racau gadis itu, yang hanya direspon senyum simpul dari Dong Hae. “hei, kau harus makan juga. Tubuhmu itu kurus, apa karena tidak makan?”. Tambah gadis itu lagi, tentu saja ia menjadi kurus, bukankah untuk sekedar makan saja rasanya Dong Hae tak sanggup mengingat gadis-nya saat itu masih tergolek lemah dirumah sakit.

“hum, aku juga akan makan banyak mulai sekarang”. Seo Na tersenyum mendangar ucapan gadis itu, meskipun ia tidak mengenal banyak tentang Dong Hae tapi ia yakin pria itu orang baik.

“aku akan menemanimu makan setiap hari, agar kau tidak menangis lagi Oppa”. Panggilan terakhir yang keluar dari bibir gadis itu sukses membuat semua perhatian Dong Hae tertuju padanya, Oppa? Selama ini ia bahkan tidak pernah mendengar Park Seo Na mengatakan hal itu padanya.

Keduanya cukup lama bungkam, Dong Hae sibuk dengan sarapannya dan tentu saja pikirannya yang terus menerawang kemana-mana, melihat Seo Na melahap makanannya hingga habis ia hanya tersenyum. Entalah, Seo Na-nya yang cantik dan seksi itu kini berubah menjadi Seo Na yang manis dan polos, dan panggilan yang baru saja diucapkan gadis itu untuknya kenapa terasa begitu menyakitkan, ia rindu dengan sapaan lembut gadis itu sebelum ia seperti ini.

Keduanya kini duduk diberanda belakang Rumah mewah milik Dong Hae, disini memang tidak ada siapapun, kecuali dirinya. Dong Hae memang sengaja membawa Seo Na tinggal bersamanya, agar ia bisa menjaga gadis itu dan lagi jika Seo Na dibiarkan tinggal di Apartemen yang sebelumnya ia yakin gadis itu bisa mengingat dengan jelas kejadian waktu itu, untuk saat ini ia tidak ingin melihat Seo Na menderita lagi.

Oppa, kenapa kau baik padaku? Kenapa kau mengajak ku kerumahmu? Apa aku tidak punya keluarga? Eum, apa kita, eum.. apa kita sudah menikah?”. Deretan pertanyaan itu terus saja keluar dari mulut Seo Na, berhasil mengalihkan perhatian Dong Hae yang sejak tadi memandangi kolam ikan dihadapannya.

Dong Hae bungkam, keduanya kini sama-sama berhadapan. “Oppa, kau belum menjawab pertanyaanku, apa kita sudah menikah?”.

Dong Hae menarik gadis itu kedalam pelukkannya, membiarkan semua rasa sakitnya tersalurkan begitu saja. Entahlah, untuk saat ini ia tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut gadis itu, bukan ia tidak tau jawaban atas semua pertanyaan itu tapi yang terlebih rasa sakit yang ditimbulkan oleh pertanyaan Seo Na. ‘kau tidak memiliki orang tua lagi Seo Na-ya, aku mencintaimu, aku menginginkanmu terus bersamaku, karena itu kau berada disini, dan apa kita sudah menikah? Tidak, kita belum menikah, tapi aku akan segera menikahimu setelah ingatanmu kembali pulih, Seo Na kenapa lidahku begitu kelu untuk mengatakan hal itu, aku takut kau mengingat semuanya, aku takut kau membenciku’. Gumam pria itu dalam hatinya, dengan terus memeluk Seo Na seperti ini rasanya dunianya lebih nyaman dari sebelumnya.

“Oppa… kau siapa? Kenapa tubuhku seperti merindukan pelukanmu? Siapa aku sebenarnya?”.

~~~000~~~

Seo Na meringkuk dibawah selimutnya, membiarkan seluruh tubuhnya terbungkus oleh selimut tebal bewarna putih, entah kenapa sinar mentari tidak terlalu mengganggu tidurnya. Sesekali gadis itu berbalik kekiri dan kekanan mencari tempat yang nyaman, tapi tetap saja sinar mentari yang menembus jendela kamarnya sukses membuatnya terjaga, meski pada awalnya itu tidak jadi masalah.

“baiklah, Park Seo Na. Ayo bangun, ini sudah pagi”. Ucap gadis itu pada dirinya sendiri, ia keluar dari dalam persembunyiannya didalam selimut, beringsut keluar dari kamar mengenakkan baju tidur dengan sendal rumah berbentuk panda.

Seo Na memperhatikan sekitarnya, tidak ada seorangpun, tidak ada Dong Hae disana, tidak ada siapapun. Mungkin saja pria itu sudah berangkat bekerja, bukankah sepertinya di pria yang sangat sibuk, pikir gadis itu lalu ia berjalan menuju meja makan, duduk disana sambil menatap sarapan yang sudah disiapkan pria itu diatas meja, Seo Na tersenyum, menopang dagunya dengan kedua tangan, terus menatap sarapan itu tanpa menyentuhnya. Entah apa yang ia rasakan saat ini, Dong Hae seperti malaikat yang terus menjaganya, tapi sampai sekarang ia belum tau kenapa pria itu begitu baik padanya, ia juga tidak pernah memberikan jawaban atas pertanyaan gadis itu, Seo Na yakin, Dong Hae adalah kekasihnya, bahkan gadis itu merasakan Dong Hae memperlakukannya dengan sangat istimewa, tapi bagaimana dengan keluarganya, bukankah Seo Na tidak ingat apa-apa? Apa yang terjadi dimasa lalu? kenapa ia bisa terbangun dirumah sakit waktu itu?

Gadis itu melahap semua sarapan yang berada diatas meja makan, bukankah Dong Hae sudah menyiapkan semua ini untuknya, ia tidak mungkin membiarkan sarapan yang disiapkan lelaki tampan itu terbuang sia-sia, lagi pula Seo Na juga sedang merasakan lapar yang sangat hebat. Gadis itu beringsut kekamar mandi, membersihkan dirinya, mungkin ia bisa melakukan suatu aktifitas diluar, berjalan-jalan misalnya, tidak mungkin ia terus seperti ini, terus hidup dalam keadaan amnesia, tanpa mengingat dengan jelas masa lalunya, menyedihkan bukan?

~~~000~~~

Hee Chul meletakkan beberapa dokumen kerjanya diatas meja, meskipun pria itu sedang berlibur ke Seoul tetap saja ia membawa beberapa berkas kerjanya, setidaknya ia bisa menyelesaikan beberapa masalah dikantornya di Amerika. Pria itu sengaja menyewa apartemen di sekitar Gangnam, ia tau tempat ini adalah tempat yang cukup elitte, terlihat dari apartemen yang ia sewa untuk beberapa bulan kedepan. Hee Chul memang tidak memiliki hunian lagi di Seoul, keluarga besarnya memang sudah lama menetap di Amerika, karena itu ia memilih menyewa Apartemen, apartemen yang ia sewa ini juga tidak jelas lagi statusnya, karena beberapa bulan yang lalu ada seorang wanita yang menyewa apartemen ini, tapi sebelum pemutusan kontrak, gadis itu menghilang tanpa ada kabar sama sekali, sehingga kepemilikannya dicabut secara sepihak oleh pemilik gedung apartemen mewah ini, lagi pula ada kejadian yang cukup menjadi kontrofersi dengan gadis itu digedung apartemen ini, dan itu membuat pemilik apartemen tidak akan menerima apapun lagi jika gadis itu kembali keapartemen yang disewanya.

Hee Chul memang tidak terlalu peduli dengan gadis itu, siapapun dia yang penting ia bisa berlibur dengan damai di Seoul, lagi pula ia juga harus membantu Yu Ra bukan, adik sepupunya yang egois dan cerewet itu bisa saja menghabisinya jika ia tidak mengabulkan permintaannya, lagi pula Hee Chul tidak memiliki adik, jadi memiliki sepupu satu-satunya seperti Yu Ra sangat menyenangkan baginya.

“astaga, gadis itu benar-benar! Bagaimana aku bisa bertemu dengan gadis itu jika ia tidak memberi tahu alamat atau sesuatu yang bisa ku hubungi, percuma saja dia hanya memberiku foto seperti ini, memangnya Seoul ini kecil, seenaknya saja dia menyuruhku mencari gadis seperti ini, Yu Ra gila”. Dengus Hee Chul, sambil melempar selembar poto yang sejak tadi berada ditangannya. Yu Ra tidak memberi tau apapun tentang alamat atau nomor ponsel yang bisa dihubungi, ya sekedar mencari tahu dimana gadis itu sekarang atau sedang dengan siapa.

“Ya Sudalah, aku bisa gila memikirkan hal-hal semacam ini”. Hee Chul meyambar kunci mobilnya di atas meja, setidaknya tempat-tempat yang menyenangkan bisa ia kunjungi disini sekedar menenangkan pikirannya yang sudah berbelit karena pekerjaan selama ini.

~~~000~~~

Pria itu sibuk dengan beberapa berkas dimejanya, tampak beberapa berkas sudah menggunung disana, akibat beberapa minggu ini ia tidak terlalu peduli dengan semua aktifitasnya dikantor, tentu saja pria itu sibuk mengurus Seo Na, merawat gadis itu hingga ia sadar, meskipun pada akhirnya gadis itu tidak mengingatnya, siapapun yang ada didalam hidupnya. Suara ponsel pria itu seketika berdering, menghentikkan sejenak pekerjaannya.

Hum, Eomma”. Ucap pria itu setelah menyentuh warna hijau pada layar ponsel sentuhnya, suara seorang wanita menyambut disana, dan ia sangat merindukan pemilik suara itu.

“bagaimana kabarmu? Apa semua baik-baik saja?”. Tanya wanita itu, Dong Hae tersenyum, disaat seperti ini seharusnya ia yang bertanya pada ibunya, dan mengunjung wanita itu sesegera mungkin ke Mokpo tempat kelahiranya.

Ne Eomma, aku baik-baik saja. Seharusnya aku yang mengkhawatirkan Eomma”. Tandas pria itu, terdengar suara keke-han dari seberang sana.

Ya! anak nakal, aku tau kau sedang banyak masalah, aku dengar kantormu tidak mempunyai bos beberapa minggu ini, Waeyeo? Apakah keadaan gadis-mu itu masih memprihatinkan?”. Dong Hae tersenyum mendengar ocehan wanita yang berjasa bagi hidupnya itu, sejak Ayahnya meninggal satu-satunya yang berharga bagi Dong Hae adalah ibunya.

“dia sudah sehat, tapi keadaanya tidak terlalu baik”. terdengar nada melemah diakhir kalimat pria itu.

Wae? Apa dia masih membencimu?”. Tanya wanita paruh baya itu khawatir, selama ini Dong Hae sudah menceritakan apa yang sudah terjadi dengan dirinya bersama Seo Na, ia juga mengatakan tentang masalah dan semua yang terjadi dengan gadis itu, dan tentang perasaannya terhadap Seo Na.

“Seo Na hilang ingatan, dia tidak mengingatku, tidak mengingat siapapun, keluarganya, masa lalunya, dan juga pria yang telah memberikannya nyawanya demi menlindungi Seo Na, aku tidak tau aku harus bagaimana Eomma, tapi aku takut jika Seo Na mengingat semua itu, aku takut ia pergi dariku, dan membenciku, seperti apa yang ia ucapkan terakhir kali saat aku bertemu dengannya sebelum ia tidak sadarkan diri”. Terdengar suara mengehela napas diseberang sana, Ibu Dong Hae sangat mengerti posisi anaknya itu saat ini.

“jadi, kau tidak ingin mengembalikan ingatannya lagi? Apa itu terdengar sedikit egois Dong Hae-ya?”. Dong Hae menarik napasnya, mengehembuskannya kasar. Tentu saja ia egois, tapi bagaimana jika gadis itu tau semuanya, bagaimana jika ia harus kehilangan Seo Na untuk yang kedua kalinya, lalu gadis itu akan tersiksa lagi bukan jika ia harus mengingat deretan penderitaannya.

“aku mengerti apa yang kau rasakan Hae-ya, tapi jika kau membiarkan gadis itu terus hidup dalam keadaan seperti ini, maka kau akan menjadi satu-satunya orang yang akan disalahkan. Jika ia benar-benar mencintaimu dimasa lalu, ia tidak akan membencimu, kau tidak bisa memaksakan orang lain mencintaimu, akhirnya ia yang akan terluka karenamu”. Deretan-deretan kalimat yang keluar dari mulut Ibunya itu memang benar, ia semestinya tidak harus seperti ini, lambat laun Seo Na pasti mengetahui siapa dirinya, dan ia harus siap kehilangan gadis itu.

“baiklah, aku hanya tidak ingin urusan pribadimu kau bawa-bawa kekantor, Eomma hanya ingin kau bahagia Hae-ya, pikirkan baik-baik ucapan Eomma”. Dong Hae menutup sambungan teleponnya, setelah keduanya saling mengucapkan salam. Dong Hae menghempaskan tubuhnya disandaran kursi kerjanya, seketika otak pria itu dipaksa bekerja untuk memikirka kelanjutan kisah cintanya bersama Seo Na, dan ini benar-benar membuatnya merasakan rasa sakit, kehilang Seo Na? Lagi?

~~~000~~~

Angin sedikit menganggu juntaian dressnya, gadis itu sedikit memperbaiki letak dress-nya itu. Gadis dengan dress putih selitut bewarna cream Soft kini tengah berjalan-jalan ditengah hiruk pikuk kota Seoul, ia tidak tau harus pergi kemana tapi jika ia terus tinggal dirumah mewah milik Dong Hae ia akan lebih merasakan bosan yang luar biasa, lagi pula Dong Hae juga tidak ada dirumah. Gadis itu membetulakan letak tas tangan mungilnya bewarna pink, meletakkan benda kecil itu didepan tubuhnya sambil terus berjalan memandangi sekitaran kota Seoul, ia yakin dulu ia sering berjalan-jalan seperti ini, atau sekedar bersenda gurau bersama Dong Hae, ia yakin ia dulu sering menghabiskan waktunya dengan pria itu, ya meskipun pada kenyataannya perkiraannya tak semanis itu tentang masa lalunya.

Seo Na mengenggam tali tas nya dengan kedua tangan, ia tidak tau harus kemana, tapi yang jelas hari ini ia ingin menghabiskan waktu berjalan-jalan, ia tidak lupa jalan pulang.

”hanya lurus, lalu belok, atau belok lalu lurus?”. Seo Na mengacak poninya, gadis itu lupa, lupa jalan pulang dan ia yakin kali ini ai tersesat. Tapi ia bisa bertanya pada orang-orang bukan? Tapi tidak mungkin orang tau dimana tempat tinggalnya.

“ah, Oppa memberikanku ini, ini akan berdering jika ia mencariku”. Ucap gadis itu sambil mengeluarkan ponsel ditasnya, lalu ia kembali melanjutkan perjalannya lagi.

Ia sampai disebuah taman bermain, disana dipenuhi oleh beberapa keluarga dan anak-anak kecil yang ia yakini sedang menikmati kebersamannya bersama orang tua mereka. “kenapa Appa dan Eomma tak mengunjungiku? Ah, mungkin mereka mempercayaiku untuk tinggal bersama Aiden Oppa”. Ucap gadis itu meyakinkan dirinya. Seo Na duduk dideretan kursi kayu yang langsung mengarah kedanau, gadis itu menikmati pemandangan danau yang airnya tidak terlalu jernih, ditengah danau ditumbuhi beberapa bunga teratai yang terlihat indah dipandang matanya.

“itu warna merah muda bukan? Dan itu warna merah”. Ucapnya sambil menunjuk bunga-bunga teratai yang tubuh ditengah danau dengan berbagai macam warna, ia sesekali terkekeh melihat anak-anak kecil yang bermain disekitarnya, sampai ada seorang anak laki-laki yang datang padanya, menodongnyakan pistol mainan kearah Seo Na.

DEG!

Seo Na mendelik kaget, ketika anak laki-laki itu tiba-tiba mengacungkan pistol air kearahnya, seperti ada darah yang tiba-tiba naik keatas kepalanya, memutar memori otaknya tentang sesuatu, dan semua berputar seakan ia merasakan suara tembakkan begitu keras ditelinganya, gadis itu melemah, sesuatu berhasil ia ingat, sampai tubuhnya oleh kekiri, sampai seorang pria jakung menggoyang tubuhnya, dan semua terasa gelap.

 

To Be Continue

 

~~~000~~~

 

Advertisements

HEE’s FACT

Standard

MY OPINION ABOUT , KIM HEECHUL

Hee Chul, bagaimanapun saya menjabarkan nama itu pikiran saya hanya akan terjebak pada makhluk ajhussi, alay, tua, nan SUPER SPESIAL. Persisnya kapan saya suka sama makhluk tampan nan cantik itu tanggal 12 bulan desember 2011, pertama melihat pria itu entah kenapa ada sesuatu didiri dia yang bikin saya suka setengah mati, dari cara dia melet-meletin lidahnya, sampai cara dia ngomong se-enak perutnya-. Bagi saya, Kim Hee Chul adalah Kim Hee Chul.

Banyak yang bertanya tentang, kenapa suka Hee Chul? kok sukanya sama yang aneh gitu sih? Atau, serem ih suka Kim Hee Chul, dan banyak lagi yang menanyakan kenapa saya menyukai pria itu dan saya juga punya banyak alasan untuk menyukainya, 1… 2… 3… dan banyak!

Hee Chul, pria kelahiran Heongseong, Kangwondo, Korea selatan. Lahir pada tanggal 10 juli 1983 adalah pria dengan mood yang kapan saja dapat berubah sesuai yang dia inginkan dan hebatnya lagi itu salah satu yang membuat saya menyukainya. Sebenarnya, jika saya search di Google tentang pria ini kebanyakan artikelnya tentang kecantikannya sebagai pria yang tidak wajar, ya seorang pria yang bahkan terlihat lebih cantik dari wanita pada umumnya dan ini adalah poin penting seorang Kim Hee Chul, seorang pria nan Cantik.

Tua? Ya , Hee Chul sudah berumur, jika di Indonesia, pria ini pasti sudah memiliki 3 anak atau lebih tapi untuk ukurannya sendiri ia masih single alias jomblo ya kurang lebih seperti saya haha. sejauh saya sebagai fans nya, dan sejauh dia mengakui tentang hubungannya hingga saat ini pria ini masih belum memiliki pasangan, padahal ia sering menyebutkan ia ingin sekali memiliki seorang anak laki-laki yang mirip dengannya, tapi hingga saat ini saya belum mendengar jika Hee Chul akan melangsungkan pernikahan,

Kecelakaan pernah menimpanya pada tahun 2006 setelah menghadiri pemakaman ayah Lee Dong Hae, kecelakaan yang mengharuskannya operasi dan sebuah besi ditanam pada  betis kirinya akibat patah. Hal itu yang mengharuskannya untuk tidak terlalu banyak bergerak saat dance tapi sekali lagi untuk ukuran seorang Kim Hee Chul, ia baik-baik saja dan tetap menari seperti yang lainnya, ya walaupun dance nya tidak sebagus Eun Hyuk, tapi itulah Hee Chul dengan ke-spesial-annya sendiri.

Hee Chul, yang wajib militer pada tanggal 1 september 2011, meninggalkan dunia keartisannya dan semua acara-acara yang ia jalani saat itu dengan lapang dada ia mengalah dan menyuruh Lee Teuk tetap menjadi leader di Super Junior untuk tetap menjaga semua Dongsaeng’s nya. Kim Hee Chul dengan kesungguhannya sekali lagi ini adalah salah satu alasan kenapa saya menyukainya. Setelah menjalani masa-masa sulitnya dimiliter, tanggal 30 agustus 2013 akhirnya, pria itu keluar dari tugasnya dari kemiliteran dan kini bergabung kembali bersama Super Junior, dan kembali menjadi OUR SUPER MAN.

Sohee, siapa yang tidak kenal dengan Sohee. Personil termuda di Wonder Girls dan dia adalah gadis pujaan Kim Hee Chul, gadis yang menjadi idolanya, gadis yang tetap ia sukai meski Sohee sendiri mengatakan jika Hee Chul bukanlah tipe idealnya, namun untuk seorang Kim Hee Chul hingga detik ini ia masih menyukai gadis itu, masih tidak mengganti tipe gadis idamannya dan apa yang saya dapati ketika melihat Video yang memperlihatkan kebersamaan Hee Chul dan gadis itu, senyum di wajah seorang Space Big Star yang tidak pernah hilang, sekali lagi saya menyukainya dengan cara saya melihat Hee Chul dari sudut pandang saya sendiri.

Sulli F(x), Jia Miss A, Dasom Sistar, Sunny SNSD, Taeyeon SNSD, dan masih banyak lagi adik-adik kesayangannya yang menjadi temannya bermain, meskipun gosip banyak beredar tentang kedekatan hubungan spesial dengan wanita di atas, sekali lagi untuk seorang Kim Hee Chul ia hanya mendeklarasikan nama-nama gadis diatas sebagai adik kesayangannya yang mau menemaninya bermain bersama. Itu Kim Hee Chul!

Gank Chocoball , Jungmo Trax , HongKi FT.island, Jang Geun Suk , Simon D, Jo Sungmo , dan masih banyak lagi anggota gank chocoball yang mau dipimpin oleh seorang Hyung seperempat gila seperti Kim Hee Chul, Gank Chocobal atau biasa disebut gank AB-line. Sekelompok artis korea yang mempunyai golongan darah AB , dan seorang pemimipin gank Chocoball. KIM HEE CHUL.

Saya akan mengulas secara lebih rinci, siapa itu Kim Hee Chul, dan banyak lagi alasan yang membuat saya menyukainya, sekali lagi karena dia Kim Hee Chul.

Profile

Nama : Kim Hee Chul
Stage Name : Hee Chul, Hee-nim, Cinderella, alien, Kim Cherry.
Height : 179cm
Blood type : AB
Position : Sub leader, rapper, Vocalist.
Sub-grub : SJ-T
Sibling : Kim Hee Jin (sister)
Occupation : singer, dancer, actor, MC, DJ, Radio, Musical.
Status : Active member
.

HeeChul Fact

• “Sesuatu yang paling berharga didunia ini adalah aku, jika tidak ada aku maka dunia tidak akan bekerja” – Hee Chul (iya bang terserah deh mau ngomong apa)

• Hee Chul adalah tipe lidah kucing, ia akan menunggu makanan itu hingga dingin sebelum ia menyantapnya.
• Hee Chul 2 bersaudara, ia hanya memiliki seorang kakak perempuan yang tua 1 tahun darinya.
• Ciuaman pertamanya saat sebelum ia debut dengan Super Junior, dengan pacar pertamanya.
• Hee Chul dulunya adalah seorang pria dengan gaya ciuaman yang payah, hingga ia harus meminta bantuan Ki Bum untuk menjarinya berciuaman.
• Hee Chul adalah pribadi yang sangat percaya diri, tapi ia akan menjadi sopan saat waktu yang dibutuhkan.
• Hee Chul sangat benci menunggu, ia tidak akan menunggu seseorang lebih dari 10 menit.
• Hee Chul menginginkan istri yang pandai memasak, menemaninya menonton film horor, tidak suka pergi ke club, menemaninya bermain game. Dan ia suka gadis yang berkaki indah, berleher jenjang, berambut panjang dan suka menggunakan rok mini.
• Hee Chul sangat menyukai coklat putih.
• Meskipun ia lulusan universitas jurusan bahasa inggris, Hee Chul tidak terlalu baik dalam bahasa inggris, ia akan berbicara seenaknya dengan bahasa itu.
• Hee Chul menyebut jika Taemin Shinee adalah versi malaikatnya. (iya bang, kamu setannya =_=)

• Hee Chul akan berbahasa formal kepada gadis-gadis terutama yang lebih muda darinya.
• Hee Chul tidak menerima saran apapun, kecuali dari Dong Hae dan Taeyeon SNSD.
• Dong Hae adalah Dongsaeng(adik) kesayangan Hee Chul di SJ.
• Hee Chul menyukai lagu-lagu romantis dan melow, dan ia bisa menari dengan lagu tersebut.
• Hee Chul merasa Dong Hae sangat manis, karena itu ia sering meniru Dong Hae saat berbicara.
• Nama Fans Hee Chul adalah Petals (kelopak bunga)
• Hee Chul tidak suka jika orang-orang tidak memperhatikannya saat berbicara.
• Hee Chul pernah memarahi seorang fans karena fans itu memanggil namanya tanpa menggunakan kata Oppa (kakak) atau Ssi (Tuan) ia berkata “YAK! BERAPA UMURMU?”. Lalu fans itu mulai memanggilnya Oppa.
• Hee Chul tidak suka jika ia dibanding-bandingkan dengan orang lain.
• “aku akan ikut WGM dengan Xiumin EXO , karena dia mirip Sohee” – Hee Chul (sukira radio)
• Hee Chul mempunyai Kucing bernama Han J Hee-Bum.
• Saat menang bermain game : “Heebum-ah, ayo turun dari meja komputerku”. (dengan suara pelan. Saat kalah bermain game : “YAK! BISAKAH KAU TURUN DARI SANA!!!”.  (dengan berteriak) . (astaga, aneh banget ni orang).

• Saat pergi wajib militer Hee Chul mengatakan “Aku akan kembali sebagai pria dewasa”.
• Hee Chul tidak suka jika ada member lain yang mencuri makanannya.
• Hee Chul menyukai warna merah dan hitam.
• Hee Chul pernah menjadi Lady Gaga di Konser SM town, dan mengatakan jika dirinya adalah Lady HeeHee.
• “Lady gaga is my Dongsaeng” –Hee Chul.
• “Aku akan menikah dengan salah satu Fans ku” – Hee Chul
• “aku tidak ingin melihat fansku menderita dan tidak melakukan apa-apa karena terlalu mengidolakanku, dan memujaku aku tidak ingin fansku terbeban oleh itu. aku lebih suka jika melihat mereka belajar giat dan mendapatkan pacar karenaku” – Hee Chul (sungdong Cafe)
• Hee Chul menutup akun twitternya pada malam saat ia berulang tahun pada tahun 2012, dan sekarang ia kembali ditwitter setelah ia menyelesaikan wajib militernya dan ia juga memupunyai akun instagram.
• Sehari setelah kepulangannya dari wajib militer, Hee Chul berjanji mengupload 100 buah foto ke dalam instagramnya demi fans, tapi ia hanya memasukkan 48 foto dan 1 video.
• (Kai Exo dan Hee Chul) Kai : “Hee Chul Hyung adala orang yang baik”. Hee Chul : “Lalu?“. Kai : “ia juga hebat bermain game”. Hee Chul : “nah itu intinya”. Lalu ia tertawa.
• “tanganku sangat cantik, aku menyukainya” (lalu ia mencium tangannya) – Hee Chul (Youngstreet radio)
• “Aku akan menikah dengan gadis yang lebih cantik dariku” – Hee Chul (sukira radio)

Rangkuman perjalanan Karir Kim Heechul , mulai dari drama,CF atau iklan yang ia bintangi serta MV yang pernah ia bintangi :

Penampilan Pertama:

-Februari 2005 KBS”Banolim 2?
Debut Resmi:
– Sebagai aktor di KBS “Banolim 2 (Sharp 2)” (March 6, 2005)
– Sebagai MC di KM “Show Music Tank” (July 29, 2005)
– Sebagai DJ di SBS radio “Kim Heechul and Park Heebon’s Youngstreet” (October 2005)
– Sebagai Penyanyi di SBS “Inkigayo” with Super Junior (November 6, 2005)
CF/Iklan yang di bintangi Kim Hee Chul:
– Lotte Pepero (September 2005)
– Oddugi ‘Ramen ottogi’ (October 2005)
– Spris (2006)
– 1677 Collect Call (2007)
– Sunkist Lemonade (2007)
– IVY (2006-2008)
– Fino Yamaha (2008-2009)
– 12+ (2009)
-12Plus Sexy Cologne CF – Twilight (2011)
-Kyochon

Selain dengan Super Junior,Heenim juga pernah tampil dan bernyanyi di berbagai MV ^^

-Magolpy – Bi Heng So Nyo
-TRAX Let You Go
-Sista Shady Girl
-M&D Close Ur Mouth
Dan yang terakhir sebelum Heechul wamil, Hee sempet duet dan bikin MV bareng Kim Jang Hoon
-Kim Jang Hoon ??? (with Super Junior Hee Chul)

Film dan Drama yang pernah di Bintangi Kim Heechul:

-Sharp 2 / Banolim: “Paruh Jin- woo” (KBS2, 2005)
-Loveholic: “Young koki / cameo” (KBS,
2005)
-Rainbow Romance / Non Stop6 (???? ???): “sendiri” (MBC 2005-2007)
-Bad Family : Min “Gong” (SBS, 2006)
– Loving You a thuosand times : “Chul Lee” (SBS, 2009)
-Alvin and the Chipmunks: “suaranya Simon” (2007)
-Attack On the Pin-Up Boys:”dirinya sendiri (Heechul)” (2007)
-Golden Bride: “Kim Young-soo” (SBS,2007)
-Youth Melody “Cameo” (2011)
-The Heirs “Cameo” (2013)

Heechul sebagai MC/DJ :

-SBS Popular Songs (?? ??): 16 April, 2006-4 Mei 2008,
-Dream Concert 2011
-MBC Radio Star
-SBS Flower FM
– Youngstreet Radio
-Sungdong Cafe (saat ia melaksanakan wajib militernya)
-Sukira Radio (bersama Kangin)

Heechul juga pernah masuk nominasi dan mendapat penghargaan, di antaranya :

-Summer Break Mnet 20’s Choice Awards 2007 sebagai “Best Pretty Boy”
-GoKpop Music Awards 2
010 sebagai “ Best use of social media (Facebook,Twitter,etc)”
-AllKpop Awards 2010 sebagai “ Best Social Network Personality “
– MBC Entertainmet Awards 2011 sebagai “ Rookie Award [Show/Entertainment]” ; Heechul at Radio Star

Itu saja penjelasan saya tentang Kim Hee Chul, sebenarnya masih sangat banyak tapi karena tangan saya sudah mulai tidak bersahabat untuk mengetik cukup sekian tentang pria dengan tingkat kegilaan yang cenderung alay.

Karena dia Kim Hee Chul...

Annisa Safitri (http://iamdictatorhee.wordpress.com)

image