REVENGE BEFORE LOVE (END)

Standard

hh

Loving you make me wait for years. and when I find you, I’ll never let you go again. if you say you hate me, I do not care because I still love you. – Cho Kyu Hyun

I just want to protect you, I don’t want you to get hurt. – Park Seo Na

Seo Na mengemasi barang-barangnya, membawa beberapa pakaian kedalam koper merah hati yang kini tergeletak dilantai kamarnya. Hari ini adalah hari terkahir yang penjahat itu berikan pada Seo Na, terhitung esok hari ia akan memimpin cabang perusahaannya di Jepang ia akan mengontrol semua aktifitas perusahaannya disana dan untuk waktu yang sangat lama ia tidak akan kembali ke Seoul.

Gadis itu menghentikan gerakannya, tersandar di pintu lemari pakainnya menutup mata dan merasakan tetesan air mata kini mengalir di pipinya. Ini adalah awal perpisahaannya lagi dengan pria yang ia cintai itu, pria yang dulu ia benci. Esok ia tidak akan pertemu sosok Cho Kyu Hyun lagi dan ia masih ingat pertengkaran hebatnya dengan Kyu Hyun dua hari lalu. setelah malamnya mereka bercinta dengan begitu panas, namun siangnya gadis itu membuat Kyu Hyun benar-benar tidak habis pikir. Ia berubah bahkan Seo Na berciuman dengan Lee Dong Hae di depan matanya.
Seo Na lagi-lagi menangis, ia masih ingat ketika Kyu Hyun melayangkan pukulannya kearah wajah Dong Hae, ia masih ingat saat pria itu menariknya keruang kerja Seo Na dan disana akhirnya mereka bertengkar hebat. Dan satu hal yang tidak akan bisa Seo Na lupakan. Ketika gadis itu mengatakan Ia sangat membenci Kyu Hyun.

~~~000~~~

2 Days Ago…

Seo Na terbangun lebih dulu, gadis itu menatap wajah Kyu Hyun yang masih terpulas di sampingnya. Wajah tenang pria itu, rambutnya yang acak-acakan dan bibirnya yang sedikit terbuka. Dada pria itu terekspos jelas dan tanda-tanda yang ia buat terlihat disekitar leher Kyu Hyun, Seo Na tak menyangka ia begitu liar pada Kyu Hyun tapi gadis itu teringat akan rencananya, dan beberapa hari lagi wajah itu tak akan lagi muncul dihadapan Seo Na.

Gadis itu bangkit dari tempat tidurnya, merasakan sangat nyeri pada pangkal pahanya ditambah bercak darah yang masih menempel di paha bahkai Sprei dibawah tubuh gadis itu. ia menyerahkan semuanya pada Kyu Hyun, kenangan terkahir mereka hingga mereka bertemu suatu saat nanti.

Seo Na segera beranjak mengenakkan pakaiannya yang sudah berserakan dilantai lalu pergi dari Apartement milik Kyu Hyun tanpa membangunkan pria itu, tujuannya saat ini adalah Perusahaannya lalu ia akan bertemu Lee Dong Hae merencanakan kepergiannya bersama pria itu ke negeri sakura, Jepang.

Seo Na tiba di kantor seperti biasanya, sebelumnya gadis itu sudah kembali ke Apartemennya membersihkan diri dan berpakaian dari menuju kantor. Gadis itu langsung memeriksa dokumen-dokumen perusahaannya dan beberapa anak cabang perusahaannya yang berada di Jepang, gadis itu akan memulai pekerjaannya di Jepang nantinya, mengontrol semua kinerja perusahannya dari Jepang. Lagi pula sudah sejak lama gadis itu sudah tidak turun tangan ke anak perusahaannya itu selama ini hanya Yoo Ra-lah yang mondar-mandir mengurusi semua aktifitas perusahaan dan Seo Na selalu memimpin Induk perusahaannya yang berada di Seoul.

“apa kau yakin akan tinggal disana?”. suara Yoo Ra mengagetkan gadis itu, Seo Na mengalihkan pandangannya lalu menatap tajam pada sahabatnya itu. “aku merasa ini terlalu mendadak”. Tambah Yoo Ra kemudian.

Seo Na menghela napasnya, ia berusaha terlihat sedang dalam keadaan baik-baik saja.”aku juga sudah pernah bilang kalau aku ingin memimpin langsung anak perusahaan yang berada di Jepang, kau tidak ingat ya?”.

“memang, tapi saat itu kau mengatakan kau akan ke Jepang setelah membalaskan dendammu pada Kyu Hyun dan ternyata kalian sekarang akan menikah”. Jawab Yoo Ra enteng, gadis itu tidak habis pikir dengan jalan pikiran Seo Na. Ia akan menikah dengan Kyu Hyun dan sekarang Seo Na mengatakan ia ingin ke Jepang tanpa Kyu Hyun.”oh ya benar, apa Kyu Hyun sudah tau?”.

Seo Na menggeleng. “tidak, jangan beri tahu dia. jangan katakan apapun tentang ini ku mohon Yoo Ra”. Gadis itu memohon membuat Yoo Ra bingung. Jadi sebenarnya ada apa dengan Seo Na. Apa yang sudah terjadi di antara mereka. Bahkan Yoo Ra tau tadi malam Seo Na menginap di Apartemen Kyu Hyun dan mereka hanya berdua, Yoo Ra berpikir apa lagi yang dilakukan oleh pria dewasa dan wanita dewasa dalam satu kamar. Hatinya tersenyum geli.

“apa ada masalah?”. Tanya Yoo Ra penasaran, kali ini gadis itu duduk di sofa persis dihadapan Seo Na. Ia menunggu jawaban dari gadis itu. ini aneh, pikirnya.

“aku akan memberi tahumu saat aku tiba di Jepang nanti, dan katakan pada Lee Teuk Oppa untuk membantumu menjaga perusahaan”. Jawab Seo Na, nada gadis itu datar. Ya seperti tidak ada masalah tapi Yoo Ra sudah tau banyak gelagat gadis dihadapannya ini. ia sudah mengenal Seo Na sejak lama.

Yoo Ra mengangguk. “baiklah, tapi aku harap kau segera kembali. Kyu Hyun pasti akan mencemaskanmu saat kau tidak ada kabar”. Timpal Yoo Ra, Seo Na hanya diam tidak berkata – ia atau tidak- untuk menjawab kekhawatiran Yoo Ra.

Seo Na berjalan melewati meja kerjanya lalu duduk disamping Yoo Ra. “ini dokumen yang sudah ku persiapkan, aku harap kau menjaga dengan baik dan memimpin dengan baik perusahaan ini aku tau kau lebih pintar dari ku Yoo”. Yoo Ra tersenyum mendengar permintaan sahabatnya itu, ya sekarang ia tau Seo Na memang sedang menyembunyikan sesuatu, dan Yoo Ra akan mencari tahu sebelum gadis itu berangkat ke Jepang dua hari lagi.

~~~000~~~

Dong Hae masuk kedalam ruang kerja gadis itu, berbalut pakaian formal membuat pria itu terlihat sangat tampan, dua kancing atas kemejanya ia biarkan terbuka ditambah rambutnya yang hitam legam terlihat berantakan menambah kesan seksi seorang CEO, Lee Dong Hae. Pria itu tersenyum kearah Seo Na yang kini menyambutnya dengan senyum yang tidak bisa pria itu artikan.

“sudah lama menunggu, Na-ya?”. ujar pria itu. sambil mengambil posisi duduk persis dihadapan gadis itu. kantor Seo Na yang begitu luas dan dinding kaca yang besar menambah kesan seorang Park Seo Na yang mewah dan elegan di dalam ruangan itu.

Seo Na menggelang. “Tidak, aku juga baru saja selesai menyiapkan dokumen perusahaan. Apa kau ingin minum?”. Tawar Seo Na. Dong Hae menggeleng dan kali ini pria itu mengeluarkan kertas dari dalam sakunya.

“sebuah rumah yang tidak begitu mewah, dan lingkungan yang tenang. Jaraknya tidak jauh dari anak perusahaanmu yang berada di Osaka”. Jelas Dong Hae singkat, memperhatikan tangan Seo Na yang mengambil kertas ditangannya.

“terimakasih Dong Hae-ssi, kau mempersiapkan semua ini untukku. harus dengan apa aku mebalasnya?”. Mata Seo Na berkaca-kaca. Dong Hae tak tau alasan mengapa gadis itu kini bersedih, ya mungkin saja karena Seo Na akan meninggalkan pria yang ia cintai dan hidup di Jepang untuk waktu yang sangat lama.

Dong Hae mendekat kearah Seo Na duduk disamping gadis itu lalu menarik Seo Na kedalam pelukannya. “aku melakukannya untukmu Na-ya, bukan untuk pria itu. karena aku mencintaimu”. Tukas pria itu, tubuh Seo Na bergetar karena menahan tangis. Hanya Dong Hae yang bisa membantunya saat ini, hanya Dong Hae yang bisa membawanya menjauh dari Kyu Hyun. Semua ini demi keselamatan Kyu Hyun, Seo Na tidak ingin Kyu Hyun terluka sedikitpun.

“apa kau lapar? Kau semakin kurus Na-ya. kita perlu makan siang bersama”. Saran Dong Hae akhirnya membuat Seo Na melepas pelukan pria itu dan menatap Dong Hae penuh senyum meskipun air mata gadis itu masih mengalir dipipinya. “jangan menangis Nona Park, itu membuat usiamu bertambah sepuluh tahun”. Canda Dong Hae sukses membuat gadis itu merona, tangannya kini memukul lengan Dong Hae membuat pria itu ikut tertawa.

Seo Na mengangguk. “baiklah, aku juga sangat lapar”. Jawab Seo Na akhirnya.

Seo Na dan Dong Hae keluar dari ruangannya bersama. Seo Na berjalan cukup canggung disamping pria itu. Tubuh pria itu memang tak setinggi Kyu Hyun, Seo Na tidak perlu mengadah untuk menatap Dong Hae karena bantuan hightheels nya. Namun langkah kaki Seo Na terhenti ketika dari kejauhan matanya menangkap sosok Cho Kyu Hyun yang berjalan kearah mereka berdua, Seo Na terkejut begitu juga dengan Dong Hae mereka saling bertatapan sebelum akhirnya pikiran gadis itu memintanya untuk mencium bibir Dong Hae saat ini, tanpa aba-aba Seo Na menarik tengkuk Dong Hae dan mencium pria itu dihadapan Kyu Hyun yang jaraknya kini tidak terlalu jauh dari mereka berdua. Yang Seo Na dengar setelah itu hanya pukulan cukup keras membuat Dong Hae yang baru saja berciuman dengannya terhuyung ke lantai.

~~~000~~~

Kini diruangan itu hanya mereka berdua, setelah melayangkan pukulan pada Dong Hae, Kyu Hyun menarik gadis itu kedalam ruangannya membuat semua pegawai Seo Na menatap kejadian itu takjub, terheran-heran dan juga ngeri. Tatapan Kyu Hyun kini tidak lepas dari wajah Seo Na yang berdiri kaku dihadapannya, gadis itu menunduk tidak menatap Kyu Hyun sedikitpun.

“kenapa kau melakukan itu Park Seo Na-ssi?”. Tanya pria itu, suara Kyu Hyun begitu rendah dan sangat menuntut membuat Seo Na menatap mata pria itu. Rahang Kyu Hyun yang tegas terlihat mengeras ditambah tatapan Kyu Hyun yang membuat Seo Na takut tapi gadis itu tetap menantang dan menatapnya.

“karena aku ingin”. Jawab Seo Na sombong, membuat Kyu Hyun mengerang pria itu menarik rambutnya sendiri dan menjauhkan dirinya dari Seo Na.

Apa yang Seo Na lakukan adalah untuk membuat Kyu Hyun membencinya, ia ingin Kyu Hyun membenci dirinya sehingga saat ia pergi nanti Kyu Hyun tak merasa kehilangan dan ia bisa pergi dengan tenang meninggalkan pria itu.

“apa yang ada didalam kepala kecilmu itu? apa yang sedang kau pikirkankan?! Apa yang sedang kau rencanakan Park Seo Na?!”. Kyu Hyun berteriak, membuat sisi Seo Na yang angkuh itu berubah lemah didalam batinnya. Seo Na diam. Ia tidak menjawab kali ini masih menatap mata Kyu Hyun namun tatapannya lebih kepada kesedihan.

Seo Na ingin menjawab bahwa ia seperti ini untuk melindungi Kyu Hyun, bahwa ia seperti ini agar Kyu Hyun bahagia dan ia harus rela jika Kyu Hyun membencinya. “yang ada dipikiranku hanya kebencian, aku membencimu. Aku sangat membencimu. Aku ingin kau terluka, aku ingin kau menderita dan aku tidak ingin hidup denganmu!”. Suara gadis itu terdengar meninggi, ia menahan tangisnya. Saat ini ingin sekali ia menjelaskan semuanya pada Kyu Hyun. Dan…

PRANG!

Kyu Hyun melempar vas bunga dari kaca kelantai, membuat Seo Na terkejut gadis itu bergetar menahan ketakutannya. Ia melihat kaca berserakkan dimana-mana dan dengan hati-hati ia menatap Kyu Hyun, pria itu menangis namun tak bersuara sedikitpun ia menatap Seo Na dengan napas yang memburu dan mata yang memerah. Seo Na ingin sekali memeluk pria itu saat ini. bahkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh percintaannya dengan Kyu Hyun tadi malam belum hilang, disekujur tubuhnya masih ada bekas akibat percintaan mereka dan kini ia menatap Kyu Hyun seperti orang asing.

Seo Na memungut beling-beling kaca disekitarnya, mengambil satu persatu tanpa mendengarkan permintaan Kyu Hyun agar gadis itu tidak memungut kaca-kaca yang bserserakkan dilantai dan pada akhirnya gadis itu mengerang kesakitan ketika seperihan kaca menancap pada jarinya.

“Bodoh!”. Kyu Hyun menarik Seo Na menjauh dari serpihan kaca itu, melempar gadis itu kesofa dan duduk disana sambil memperhatikan luka Seo Na.

Seo Na hanya terdiam, memperhatikan Kyu Hyun yang kini sedang membersihkan lukanya. Ingin sekali ia menangis, ingin sekali ia mengatakan jika ia lebih sakit melihat keadaan Kyu Hyun yang seperti ini tapi gadis itu menahannya. Kyu Hyun berhasil menyingkirkan kaca ditangan Seo Na mengisap jari gadis itu dengan mulutnya lalu melepas dasinya dan ia ikatkan pada jari gadis itu.

“kau mengatakan kau tidak ingin hidup denganku, sedetik setelah kau mengatakkannya kau bahkan tidak bisa berhati-hati dan hidup dengan baik. bagaimana aku bisa memastikan kau baik-baik saja saat aku tidak ada?”. Nada suara Kyu Hyun begitu lembut, tidak lagi penuh emosi tatapannya juga tidak bisa diartikan oleh Seo Na gadis itu hanya menatapnya tanpa berkata apapun.

“Hiduplah dengan baik Park Seo Na, jangan lakukan apapun yang membuat dirimu terluka. Aku akan melepasmu. Maafkan aku atas semua kebencian yang sudah kutanamkan pada hatimu. Setelah ini kau bebas Na-ya”. rasanya hati Seo Na begitu hancur, ia ingin sekali menahan Kyu Hyun disisinya tapi yang bisa ia lakukan sekarang hanya melihat punggung pria itu berlalu setelah Kyu Hyun mengecup keningnya dalam. Ya, Seo Na akan pastikan Kyu Hyun bahagia. Mungkin.

~~~000~~~

Seo Na berjalan melewati Yoo Ra yang kini tengah memperhatikannya. Yoo Ra melihat kejadian itu dikantor dua hari yang lalu dan ia juga sempat menguping pertengkaran Kyu Hyun dan Seo Na saat itu. bahwa Seo Na sangat membenci Kyu Hyun dan ia tidak ingin hidup dengan pria itu. tapi yang Yoo Ra lihat saat ini hanyalah Seo Na yang begitu berbeda, Seo Na dengan raut wajah kesedihannya membuat Yoo ra bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Jika memang Seo Na membenci Kyu Hyun kenapa gadis itu tidak terlihat bahagia ketika Kyu Hyun meninggalkannya dan kenapa Seo Na mendadak ingin tinggal di Jepang dan Sore ini adalah waktu keberangkatan gadis itu ke Jepang.

“Na-ya, apa yang sebenarnya terjadi? Apa kau tidak akan menceritakkannya padaku?”. Tanya Yoo Ra, gadis itu menatap Seo Na yang sejak tadi sibuk dengan kopernya.

Seo Na hanya menatap Yoo Ra sebentar. “aku menitipkan Apartemenku padamu, mungkin aku akan kembali tahun depan atau dua tahun lagi. Aku tau kau sangat peduli dengan Apartmenku ini”. Ujar Seo Na tidak sesuai dengan pertanyaan yang di ajukan Yoo Ra padanya.

Yoo Ra gemas. Gadis itu memukul kepala Seo Na. “jangan bohong dan pura-pura didepanku, memangnya aku ini orang lain? Aku sudah hidup denganmu sejak kita masih kecil dan sekarang kau menyembunyikan sesuatu padaku!”. Yoo Ra berteriak kesal tidak peduli tatapan heran Seo Na padanya. Gadis itu kini berdiri dihadapannya.

“kenapa kau selalu curiga padaku? Memangnya aku tidak boleh punya rahasia?”. Jawab Seo Na seadanya dan kembali melanjutkan kesibukknya, membuat Yoo Ra menghembuskan napasnya kasar lalu Seo Na berlalu menuju kamarnya namun gadis itu menjatuhkan kertas yang terselip di saku celanya dengan sigap Yoo Ra mengambil itu dilantai dan membacanya tanpa sepengetahuan Seo Na, betapa terkejutnya gadis itu membaca isi dari kertas yang berada ditangannya itu. jadi ini yang menjadi alasan kenapa Seo Na mencium Dong Hae, pertengkarannya dengan Kyu Hyun dan mendadak ingin meninggalkan Seoul. Dengan segera Yoo Ra beranjak dari tempat itu, ia tau siapa yang ia akan hubungi sekarang.

~~~000~~~

Keduanya saling bertatatapan, namun tatapan Kyu Hyun lebih kepada rasa kebencian sedangkan pria dihadapannya ini hanya tersenyum kaku penuh arti membuat Kyu Hyun semakin geram kepadanya. Bertahun-tahun mereka bersahabat dan sekarang persahabatan mereka hancur karena seorang wanita dan Dong Hae akan menyelesaikan semua ini hari ini.
“jadi untuk apa kau kemari?”. Tanya Kyu Hyun dingin, pria itu menatap tajam kearah Dong Hae.

Dong Hae melempar tiket pesawat kearah Kyu Hyun, pria itu mengambilnya. “itu tiket keberangkatan Seo Na ke Jepang sore ini”. jawab Dong Hae, membuat mata Kyu Hyun membesar menatap Dong Hae masih tak mengerti. Seo Na ke Jepang?. “ia memintaku untuk membantunya menghilang darimu. Karena ia tak ingin membuatmu terluka”. Tambah Dong Hae, dan itu hanya membuat Kyu Hyun semakin tidak mengerti.

“jelaskan dengan rinci Hyung, aku sedang tidak ingin bercanda”. Ujar pria itu dingin, matanya menyipit kearah Dong Hae.

Dong Hae tersenyum kaku. “orang yang menembaknya, orang yang menculiknya adalah orang yang menyuruh Seo Na untuk meninggalkanmu, dan meninggalkan Seoul sejauh mungkin. Jika tidak, orang itu akan membunuhmu dan kau tau Seo Na tidak ingin itu terjadi dan melakukan semuanya demi keselamatanmu. Dibanding kan kau Cho Kyu Hyun, Seo Na lebih takut kehilanganmu”. Jelas Dong Hae panjang lebar, membuat Kyu Hyun mendesah berat. Pria itu memutar otaknya, jadi karena itu Seo Na mencium Dong Hae dihadapan Kyuhyun? Dan karena itu juga Seo Na mengatakan jika ia membenci Kyu Hyun?

“jangan katakan apapun jika aku yang memberi tahumu, aku ingin kau segera menyusulnya sebelum terlambat”. Ujar Dong Hae sebelum akhirnya beranjak meninggalkan Kyu Hyun tapi kini langkahnya terhenti ketika pertanyaan Kyu Hyun mengarah padanya.

“kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa tidak kau rebut saja dia dariku?”. Dan itu membuat Dong Hae tersenyum.
Ia membalikkan badannya dan menatap kearah Kyu Hyun. “karena aku mencintainya, karena aku tidak ingin melihat orang yang ku cintai terluka. Sedikitpun”. Ujar Dong Hae sebelum akhirnya benar-benar berlalu. Rasanya benar-benar tenang pada jiwa pria itu, ia merelakan orang yang ia cintai demi kebahagiaan orang itu. mencintai Seo Na adalah murni bukan obsesi ingin memiliki.

~~~000~~~

“ya, aku sudah tau Yoo Ra-ssi, aku akan ke Apartemen Seo Na sekarang”. Ujar Kyu Hyun pada Yoo Ra disambungan teleponnya. Tujuan Kyu Hyun saat ini hanya satu memeluk Seo Na didalam dekapannya dan tidak akan pernah lagi melepaskan Seo Na meskipun gadis itu mengatakan jika ia sangat membenci Kyu Hyun. Tidak akan lagi.
Kyu Hyun sampai didepan pintu Apartemen Seo Na, membukanya perlahan dan tentu saja gadis itu masih tidak mengganti password keamanan rumahnya. Kyu Hyun masuk dan mendapati Seo Na kini berdiri dengan koper ditangannya. Gadis itu sudah siap pergi ternyata, pikir Kyu Hyun. Kehadirannya membuat gadis dihadapannya itu terkejut, Seo Na dengan refleks melepas pegangannya pada koper lalu menatap kearah Kyu Hyun, tatapan gadis itu penuh kebingungan.

“pergi ke Jepang untuk melarikan diri dariku? Sehebat apa kau hingga berpikir kau bisa menyelamatkan nyawaku? Kau tau Park Seo Na, saat aku kecil aku hampir mati karena sebuah mobil menabrakku tapi aku selamat karena Tuhan sedang tidak menginginkanku dan sekarang betapa hebatnya gadis dihadapanku ini hingga ia rela mengorbankan perasaanya demi nyawaku”. Ujar Kyu Hyun dingin, masih menatap Seo Na dengan jarak yang tidak terlalu dekat namun ia masih bisa dengan jelas menatap mata hitam Seo Na yang menahan ketakutan.

“siapa yang memberi tahumu?”. Tanya gadis itu tergagap, Seo Na menatap dengan ketakutan diwajahnya, membuat Kyu Hyun ingin segera menarik gadis itu kedalam pelukannya, mencium bibir gadis itu yang kini tengah bergetar lalu menyeretnya ke ranjang dan menghabiskan waktu untuk bercinta dengan gadisnya.

“apa kau perlu tahu? Sayang sekali, ternyata Seo Na yang begitu keras kepala harus menerima jika rahasianya terbongkor. Jika kau memiliki rahasia jangan katakan pada siapapun karena itu hanya membuatmu harus menerima kenyataan yang seperti ini”. tambah Kyu Hyun, pria itu mendekat kearah Seo Na, namun Seo Na melangkah mundur gadis itu menggeleng.

“Kyu Hyun jangan mendekat! Aku membencimu!”. Seo Na berteriak histeris, ia ingin sekali memaki dirinya sendiri, ia gagal menyelamatkan orang yang ia sayangi bagaimana jika orang yang berniat mencelakai Kyu Hyun benar-benar membunuh pria yang dicintainya itu?

Kyu Hyun semakin mendekat kearah Seo Na tidak peduli jika gadis itu berteriak dan kini air mata memenuhi pipi Seo Na, lagi-lagi Seo Na menangis untuk kebodohannya, pikir Kyu Hyun. Seo Na tersudut di dinding kali ini ia tidak bisa kemana-mana lagi. “Kyu Hyun kau tak tau betapa kejamnya orang itu dan kau akan mati Kyu Hyun, aku tak ingin kehilanganmu kumohon”. Seo Na memohon dengan isakan tangisnya yang begitu memilukan.

Kyu Hyun menangkupkan tangannya diwajah Seo Na lalu menghapus air mata gadis itu dengan Ibu jarinya. “aku akan baik-baik saja Park Seo Na, jika kau berada disampingku. Aku tidak akan mati, justru ketidak adaanmu disampingku yang membuatku serasa seperti mayat hidup, kau tau betapa tersiksanya aku ketika aku melepaskanmu dua hari yang lalu itu sama seperti aku menyerahkan nyawaku padamu”. Ujar Kyu Hyun membuat Seo Na menghentikan tangisnya dan menatap dalam mata Kyu Hyun.

“aku mencintaimu, sangat. jika kau mengatakan kau membenciku aku tidak peduli karena aku tetap mencintaimu, dan jangan pernah berpikir untuk kabur dariku karena itu sama dengan kau membunuhku”. Tambah Kyu Hyun, membuat Seo Na kambali menangis.

“aku hanya ingin melindungimu, aku tidak ingin kau terluka karena orang-orang yang membenciku”. Suara gadis itu putus-putus, ia hanya ingin menjadi pelindung Kyu Hyun, ia hanya tidak ingin Kyu Hyun terluka sesederhana itu hingga ia berpikir untuk meninggalkan Kyu Hyun.

Kyu Hyun tersenyum, dengan lembut pria itu mencium bibir gadisnya merasakan air mata Seo Na disela ciuman mereka, asin dan manis. lembut dan sangat memabukkan. “kau tau Na-ya, dengan hanya merasakan bibirmu aku ingin segera bercinta dan menghabiskan hari hanya berdua denganmu sayang”. Ucapan itu sukses membuat gadis dihadapannya ini menegang, pipi Seo Na memerah ia merasakan tubunya meremang ketika Kyu Hyun mengangkatnya dan menjatuhkannya diranjang, dan ia tau kegiatan apa yang akan mereka lakukan setelah itu.

~~~000~~~

Eun Hyuk menatap nanar gadis dihadapannya ini, ia tidak habis pikir kenapa Jae Eun berubah menjadi gadis liar dan dingin seperti sekarang. Gadis dihadapannya itu tidak pernah lagi mendengar kata-katanya bahkan dengan lantangnya Jae Eun mengatakan rencana piciknya untuk Seo Na gadis itu menatap Eun Hyuk, menantang tatapan pria itu membuat pria dihadapannya itu mengerang prustasi.

“kau bukan Jae Eun-ku yang dulu!”. Teriak Eun Hyuk, gadis itu masih menatapnya tapi tatapannya kini berubah menjadi tatapan kesedihan. “kau mencelakai orang yang bahkan tidak tau apa-apa!”. tambah pria itu.

Gadis itu hanya tersenyum sinis, matanya menyipit. “tidak tau apa-apa katamu? Ia sudah melemparku dari perusahaannya dan ia sudahmembuat hidupku menderita dan ia juga sudah merebutmu dariku!”.

“ia tidak pernah merebutku dari siapapun!”. Nada bicara Eun Hyuk semakin meninggi mengalahkan teriakkan gadis dihadapannya ini. ya , Jae Eun memang sangat cemburu dengan kehidupan Seo Na sehingga akhirnya ia bertemu dengan Eun Hyuk yang juga berniat menghancurkan gadis itu tapi pada kenyataannya Eun Hyuk malah menyukai Seo Na dan meninggalkan Jae Eun dalam kebenciannya sendiri, itu yang membuat Jae Eun berubah saat ini. “kau, karena cemburumu yang tidak menentu itu kau malah membuat hidup orang lain terluka? Kau tau, jika kau seperti ini kau tidak lebih baik dari Seo Na”.

Jae Eun menangis, gadis itu rubuh ditempatnya kini ia terduduk dilantai dan menangis sejadi-jadinya, sejujurnya ia juga lelah tapi kebenciannya mengalahkan akal sehat gadis itu. “aku membencinya karena ia selalu bahagia diatas penderitaanku”. Ujar gadis itu akhirnya dengan isakkan yang tersedat-sedat.

Eun Hyuk berjongkok menarik tubuh Jae Eun kedalam pelukannya, ia juga mengakui jika dirinya juga bersalah seharusnya ia melihat kearah gadis didalam pelukannya saat ini, seharusnya ia menganggap lebih dan mencoba mencintai gadis ini maka Jae Eun tak akan berubah seperti sekarang. “kita akan menikah, aku dan kau akan menikah secepatnya Jae-ya, aku akan membuatmu bahagia”. Ucap Eun Hyuk akhirnya membuat gadis dihadapannya saat ini menatapnya terkejut, Jae Eun menatap bingung sebelum akhirnya sebuah kecupan ringan singgah di kening gadis itu.

“berjanjilah untuk tidak melakukan kejahatan apapun lagi Jae-ya, dan minta maaflah pada gadis itu”. tambah Eun Hyuk, dan kini ia meninggalkan ruang dihatinya untuk seseorang yang sempat ingin ia miliki, Park Seo Na gadis yang pernah ia cintai, hingga sekarang.

~~~000~~~

next five months…

Ini adalah bulan kelima kandungan Seo Na, gadis itu harus selalu berada dirumah dan tidak kemana-mana tanpa suaminya Cho Kyu Hyun. Sejak kejadian saat itu Kyu Hyun segera menikahi Seo Na dengan pesta luar biasa mengalahkan pernikahan pangeran inggris pada masanya. Keduanya bahagia menjalani hari-hari dengan normal tanpa gangguan apapun ditambah lagi masalah Seo Na yang terselesaikan karena gadis yang menganggu kehidupan Seo Na meminta maaf padanya dan juga berencana akan menikah dengan seorang pria yang tak sempat mengutarakan cintanya pada Seo Na, ya pria itu Eun Hyuk.

Seo Na bahagia, ditambah pria yang selalu menemani hari-harinya, wajah yang selalu ia tatap setiap pagi. Wajah tampan pria itu dengan bertelanjang dada, rambutnya yang berantakkan dan mulutnya yang sedikit terbuka, ia menemukan sisi lain dari CEO Cho Kyu Hyun, pria yang selalu melarangnya bekerja karena takut kandungan Seo Na yang lemah dan itu juga yang menjadi alasan kenapa Seo Na tak bekerja lagi diperusahaannya karena Kyu Hyun sudah memimpin dengan baik perusahaan itu.

Dan Seo Na tidak akan melupakan satu orang, pria yang sempat ia cintai juga, pria yang memutuskan untuk meninggalkan Seoul beberapa bulan yang lalu, Lee Dong Hae.

“Seo Na, jangan berlama-lama diluar jika itu hanya akan membuat anakku mati kedinginan”. Suara Kyu Hyun sukses membuat gadis itu tersadar dari lamunannya, lalu menatap Kyu Hyun dengan menyipitkan kedua matanya. “jangan menatapku garang Nyonya Cho, aku juga mengkhawatirkan kesehatanmu”. Kyu Hyun terkekeh, ia mengalungkan tangannya di leher Seo Na sebelum beralih mengelus perut buncit istrinya.

“kau sangat menyukai anakmu ya?”. ujar Seo Na cemburu, wanita itu menatap tajam kearah Kyu Hyun.
Kyu Hyun tersenyum. “tentu saja, aku sudah susah payah membuatnya”.

“aku juga ikut membuatnya!”. Bentak Seo Na, Kyu Hyun tertawa lebar membuat wajah istrinya memerah, seharusnya Seo Na tidak berkata seperti itu hanya membuat dirinya menjadi bahan tawaan Kyu Hyun.

“ya kau juga ikut membuatnya, sangat panas dan ketat”. Bisik Kyu Hyun tiba-tiba ditelinga wanita itu.membuat wajah Seo Na lagi-lagi memerah ditambah jilatan lidah pria itu ditelinganya, ya sejak menginjak usia kandungannya ke lima bulan, Seo Na sangat menyukai bercinta dengan Kyu Hyun beda ketika ia mengalami usia kandungan satu bulan ia sama sekali tidak ingin disentuh pria itu.

“Kyu Hyun kau…”

“aku suka menggoda wanita buncit yang liar diatas ranjang”. Dan selanjutnya Kyu Hyun merasakan bibirnya yang dilumat kasar oleh istrinya, ia tersenyum penuh kemenangan, jika efek wanita hamil sangat menyenangkan seperti ini ia akan membuat Seo Na hamil lagi setelah istrinya melahirkan.

THE END

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s