TEARS ARE FALLING (6/6)

Standard

TEARS ARE FALLING (6/6)

Action, romance. PG +17

Cast :

Aiden Lee / Lee Dong Hae

Cho Kyu Hyun

Park Seo Na

Kim Hee Chul

Other’s Cast

 

Keduanya hanya bungkam, tanpa mengatakan apapun. Gadis itu lebih banyak menikmati rasa sakit yang kini tiba-tiba ia rasakan, sudah berkali-kali ia menahan air matanya tetap saja cairan bening itu terus mengalir beserta dengan isakkan tangis yang bahkan tak bisa diredam, entah kenapa semuanya terasa begitu sakit, padahal sudah jelas bukan pria yang dihadapannya ini tidak memiliki hubungan apapun dengannya, tapi kejadian yang baru ia lihat dengan mata kepalanya beberapa waktu lalu cukup membuatnya sakit, bahkan hatinya benar-benar linu saat ini.

“aku bisa menjelaskannya”. Pria itu meraih kedua bahu Seo Na, namun gadis itu menepisnya, ia memalingkan tubuhnya dari hadapan pria itu. tidak, ia tidak ingin mendengar apapun dari mulut pria itu, hatinya sedang benar-benar sakit.

“untuk apa? Untuk mengatakan jika dia itu kekasihmu? Banyak yang kau sembunyikan dariku Aiden-ssi, masa laluku, semuanya. Kenapa? Kenapa kau melakukan ini padaku? Katakan saja semua yang kau sembunyikan dariku, katakan dan aku bisa secepat mungkin lepas darimu. Kau tau, aku benar-benar tersiksa, bahkan ini tidak seperti yang ku inginkan. Aku ingin hidup dengan baik, aku ingin melakukan semuanya dengan baik. ku mohon, katakan padaku!”. Seo Na menarik napasnya, gadis itu berbicara dengan susah payah, bahkan Dong Hae tidak bisa membedakan gadis itu sedang berbicara atau terisak.

Pria itu menarik tangan Seo Na, meskipun gadis itu meronta tak ingin ikut dengan pria itu tapi tetap saja kekuatan pria itu lebih besar, Dong Hae mengiring gadis itu kedalam mobilnya, mungkin dengan menunjukkan suatu tempat gadis itu bisa mengingat semuanya, mungkin.

~~~000~~~

“aku tidak menyangka kau seperti ini Yu Ra-ya, persetan dengan ambisi mu memiliki pria itu, tapi tidak seharusnya kau menyakiti gadis itu!”. nada bicara Hee Chul meninggi, ia tetap fokus pada jalanan namun otaknya kini benar-benar berkecamuk.

Wae? Aku tidak melakukan apa-apa pada gadis itu, aku hanya-“.

“kau pikir aku tidak mendengar pembicaraan kalian tadi? Jadi gadis itu hilang ingatan karena ulahmu? Ya! kau itu gadis yang baik selama bersamaku, tapi kenapa kau malah berubah menjadi monster sejak aku meninggalkanmu, Eo?! Kau masih menganggapku Oppa-mu bukan, jadi berhentilah menyakiti orang lain Yu Ra-ya!”. Hee Chul menginjak pedal rem mobilnya mendadak, kepala gadis yang berada disampingnya itu hampir terbentur kedepan.

Aish! Ya! seharusnya kau mikirkan ku juga Oppa, aku juga sama terlukanya dengan dia”. Tandas gadis itu, Yu Ra tidak ingin kalah, ia tidak ingin mengakui semua yang telah ia lakukan, yang ia tau Dong Hae harus jadi miliknya.

“kau egois, karena itu Dong Hae tidak pernah bisa mencintaimu. Seharusnya kau bahagia melihat orang lain bahagia karenamu, bukan membuat orang lain menderita, jika kau tidak ingin mendengarkan kata-kataku lagi, kau boleh turun”.

Oppa”.

“aku tidak pernah merasa memiliki adik sepupu yang kejam sepertimu”. Lanjut Hee Chul lagi, ia tidak sedikitpun menatap kearah Yu Ra yang sejak tadi menatapnya tak percaya. Hee Chul yang selalu memanjakkannya selama ini , kali ini berani mengusirnya dari dalam mobil milik pria itu, hebat bukan?

~~~000~~~

Dong Hae menghentikan mobilnya, menepi pada trotoar di tepi sebuah pemakaman di atas bukit ditepi laut. Ia menatap Seo Na yang sejak tadi menunduk tanpa mengatakan apapun, gadis itu hanya diam meskipun ia tidak tau Dong Hae akan membawanya kemana.

“ikut denganku, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu”. Dong Hae keluar dari dalam mobilnya, berjalan memasuki area pemakaman yang banyak ditubuhi pohon bunga Cherry Blossom. Seo Na mengikuti pria itu dari belakang, tanpa mengatakan apapun.

Keduanya sampai pada salah satu makam seorang pria, masih begitu banyak bunga berjejer disana, ini sudah 3 bulan sejak ia meninggal aroma karangan bunga yang dibawa peziarah masih khas tercium disana. Dong Hae berdiri persis dihadapan makam itu, disana masih terpampampang jelas foto seorang pria memakai jas hitam dengan senyum yang menjadi ciri khasnya, ia sangat tampan di foto itu.

“lihatlah, pria ini masih tetap tersenyum setelah apa yang ia lakukan, Kyu Hyun-ssi, apa kau baik-baik saja disana?”. gumam Dong Hae, ia menatap gadis yang kini sudah berdiri disampingnya. Menatap sebuah foto berfigura cukup besar yang kini terpajang disana.

Seo Na mendekat kearah figura itu, memandanginya sambil berjongkok. Ia mengelus wajah yang berada disana, ia yakin pria ini pernah hidup dimasa lalunya. Tapi siapa? Seo Na tidak mengetahui siapa pria itu.

“siapa?”. Akhirnya gadis itu bersuara, meskipun suaranya terdengar begitu berat.

“kau tidak mengingatnya?”. Seo Na menggeleng lemah, ia benar-benar tidak mengingat pria itu, pria yang sudah mengorbankan nyawanya demi gadis itu.

“dia Cho Kyu Hyun. Pria yang mengganti nyawamu-“. Dong Hae menghentikan ucapannya, ia benar-benar belum siap melihat Seo Na harus menerima kenyataan hidupnya selama ini.

Wae?”.

“Kyu Hyun-ssi, yang mengganti nyawamu dengan nyawanya, dia meninggal 3 bulan yang lalu setelah menyelamatkanmu”. Dengan susah payah pria itu mengatakannya, Dong Hae benar, Seo Na kini menatapnya nanar, terlihat jelas bahwa gadis itu sama sekali tidak percaya, bahkan kini cairan bening itu sudah berkali-kali tumpah dipipinya.

“aku tau, ini menyakitkan. Kyu Hyun sangat mencintaimu dimasa lalu, sama seperti aku. Kami mencintaimu, kami melindungimu, tapi entah kenapa pria itu curang, ia malah berkorban banyak untukmu, pada akhirnya ia meninggal dan aku merasa aku harus menjagamu, aku harus berkorban untukmu juga Seo Na-ssi”. Seo Na tertunduk. Lebih banyak isakkan tangis yang kini didengar Dong Hae dari mulut gadis itu.

Jinjja Appo”. Rintih gadis itu, bahkan ia tidak bisa merasakan rintikkan hujan yang kini sudah membasahi tubuhnya, dihatinya ia hanya bisa merasakan sakit. Jadi seperti itu masa lalunya, seorang pria berkorban dan menggantikan nyawa Seo Na dan membiarkan nyawanya tidak terselamatkan. Meskipun Seo Na tidak mengingat apa-apa saat ini, tapi kenapa hatinya begitu nyeri. Gadis itu bangkit, berlari sekuat ia bisa tanpa menghiraukan panggilan Dong Hae.

~~~000~~~

CHAPTER 4

Apakah cinta itu? Apakah perpisahan itu?

Mengapa itu membuatku merasa sakit?

( Tears Are Falling – Wax )

Sejauh apa ia bisa berlari, sejauh apa ia harus bisa menerima kenyataan tentang hidupnya. Bagaimanapun ia harus menerima konsekuensinya bukan? Masa lalu yang ia harap adalah sebuah masa lalu yang bahagia tapi pada kenyataannya semua itu berbanding terbalik dengan yang ia harapkan, tidak ada kebahagiaan disana, yang ada hanya kepedihan dan penderitaan. Dan kini, haruskan ia mengetahui semuanya? Yang segelintir saja sudah membuatnya merasa hancur.

“Seo Na-ya! Park Seo Na!!!”. Seseorang baru saja meneriakki namanya ditengah hujan, langkah kaki gadis itu terhenti. Pria itu mendekat kearahnya, memperhatikan seluruh tubuh gadis itu yang kini sudah basah kuyup, air matanya yang terus mengalir bersama hujan, juga kondisinya yang bahkan tidak bisa dikatakan baik-baik saja.

Odiga?! Waeguere?”. Pria itu menarik tangan Seo Na, menuntun gadis itu kedalam mobilnya.

Hee Chul masih bungkam, ia lebih memilih membiarkan gadis itu menangis terisak disampingnya. Hal pertama yang harus ia lakukan adalah membawa gadis itu ke Apartemennya, mengganti pakaian gadis itu dengan pakaian yang kering. ‘ini sudah malam kenapa gadis ini malah berlarian ditengah hujan?’. Gumam pria itu.

~~~000~~~

“kita sudah sampai, ini gedung Apartemen tempat ku tinggal. Aku tinggal di lantai 21”. Seo Na menatap pria itu sebelum ia ikut turun dan berjalan disamping Hee Chul, meskipun kini banyak pasang mata yang tengah memperhatikan Hee Chul yang kini tengah menggandeng seorang gadis yang sudah basah kuyup dengan setelah dress putih selutut.

Oppa, Odiga?”. Ucap gadis itu pada akhirnya, Hee Chul menatap gadis itu yang seujujurnya memang benar-benar dalam kondisi yang sangat buruk.

“kita akan mengganti pakaianmu, tenang saja aku tidak akan melakukan apa-apa. Kau kedingingan, kau bisa sakit”. Hee Chul melanjutkan langkahnya, masuki lift menuju lantai 21.

Pintu lift terbuka, Seo Na menatap Hee Chul. pria itu juga balas menatapnya. “kita sampai”. Hee Chul menuntun gadis itu keluar dari lift namun beberap orang pria kini berjalan kearah mereka hampir menubruk tubuh lemah Seo Na tanpa sengaja Hee Chul memeluk gadis itu persis didepan lift, dan….

DEG!!!

Sesuatu dirasakan gadis itu, darahnya seperti mengalir dari ujung kaki hingga sampai kekepalanya, ia merasa pernah dalam keadaan seperti ini. bukankah ini persis sama dengan kejadian waktu itu bukan?

Satu tembakan….

Dua….

Tiga….

‘tembakan pertama tepat pada perutku, tembakan kedua dan ketiga… aku tidak tau mengarah pada siapa, yang jelas pria yang sedang memelukku saat ini tersungkur tepat dihadapanku’.

Seo Na menatap sekelilingnya, semua masih sama dalam keadaan yang sama, ia mengingat semua yang terlupakan selama ini. ia mengingat semua masa lalunya dengan jelas. Seo Na sipembunuh, Kyu Hyun kekasihnya dimasa lalu yang mengganti nyawa Seo Na dengan nyawanya, Aiden Lee pria yang akan ia bunuh, semuanya, teringat dengan jelas. Tiba-tiba tubuh gadis itu tidak dapat digerakkan sama sekali, isi kepalanya seperti benar-benar terputar, ia tidak bisa merasakan apa-apa lagi, semua terasa gelap kembali.

“Park Seo Na!!! Seo Na-ya?!”

~~~000~~~

3 week later…

“aku akan kembali ke Amerika bersama Yu Ra-ssi, aku harus membina gadis itu disana”. Seo Na terkekeh, ia cukup sedih dengan keputusan Hee Chul untuk segera kembali ke Amerika, tapi bagaimanapun pria itu punya kehidupan yang layak disana bukan.

“terimakasih untuk semuanya Oppa, aku tidak tau harus membalasnya dengan apa. Ketika kau sampai di Amerika, aku juga harus segera ke Paris menemui kedua adikku”. Seo Na tersenyum, pria itu memeluk Seo Na. Ia beruntung bisa mengenal Seo Na, bukankah gadis ini sudah seperti adiknya.

“tidak perlu membalasnya dengan apapun, cukup membalasnya dengan menikah denganku”. Hee Chul terkekeh, menyadari ucapannya yang nyaris membuat Seo Na terbahak.

“Hahaha baiklah, aku akan menunggumu di Paris”. Goda gadis itu, dan itu hanya semakin membuat Hee Chuk terkekeh geli.

“tidak, aku tidak akan kesana untuk melamarmu. Aku bisa-bisa dihabisi oleh Aiden Lee, kau tau bukan dia begitu gila mencintaimu”. Keduanya sama-sama tertawa, sebelum kehadiran seorang pria membuat keduanya menyembunyikan tawanya.

Ya! apa kalian berdua menertawakanku? Eo? Seo Na-ya, kau berani berkencan dengan pria lain dibelakangku ya?”. Seo Na terkekeh mendengar tuduhan kacangan Dong Hae, ia mengibaskan tangannya, menarik tangan Dong Hae untuk duduk diantara ia dan Hee Chul.

Anio, kami hanya berjanji untuk menikah dikemudian hari. Ya kan oppa?”. Hee Chul mengangguk.

“tentu saja”.

Ya! Hyung, dia itu milikku”. Keduanya tertawa melihat celotehan Dong Hae yang semakin kesal dengan keduanya. Akhirnya mereka bertiga menghabiskan makan siang mereka dengan candaan dan tawa, untuk yang terakhir kalinya sebelum Hee Chul kembali ke Amerika untuk melanjutkan hidupnya.

~~~000~~~

“kita mau kemana?”. Ucap Dong Hae, Seo Na memutuskan mengajak Dong Hae kesuatu tempat setelah mereka selesai makan siang bersama Hee Chul, dan pria itu memutuskan untuk segera kembali ke Apartemennya.

“menemui kekasihku”. Seo Na sedikit terkekeh, tanpa memperdulikan wajah Dong Hae yang sudah berubah kesal.

“kekasih?”.

Ne, kekasihku”. Ucap gadis itu enteng.

Dong Hae menyipitkan matanya. “setelah Hee Chul Hyung, kau berhubungan dengan siapa lagi?”.

Seo Na menatap geli pria yang kini duduk disampingnya itu, lalu kembali fokus pada jalanan.“ aku hanya ingin berkunjung kemakam Kyu Hyun, aku merindukannya. Hei, kan aku yang jadi supirnya, Aiden-ssi tetaplah diam dan jadi penumpang yang baik.”

Keduanya sampai disana, Seo Na turun lebih awal melangkahkan kaki kecilnya menuju satu makam yang menjadi tujannya datang kemari. Dan kini Ia sudah berlutut dihadapan makam pria yang sungguh kini tengah ia rindukan, setelah ingatannya kembali pulih gadis itu benar-benar merasa bersalah kepada Kyu Hyun, bagaimana ia bisa membiarkan otaknya selama ini melupakan bagian tentang pria itu. Dong Hae berdiri dibelakang Seo Na membiarkan gadis itu meneluarkan semua perasaannya untuk yang terakhir kali sebelum ia memutuskan untuk tingal di Paris.

“Cho Kyu Hyun, Kyu-ya. aku merindukamu. Apa kau baik-baik saja disana? kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau meninggalkan aku? Kenapa kau tidak membiarkan aku yang pergi? Kyu-ya, saat aku tertidur, dan saat mataku terbuka, aku ingin kau tetap berada disampingku, aku ingin kau tetap menemaniku, tapi kenapa kau pergi? Terimakasih atas cinta yang sudah kau berikan padaku, aku juga mencintaimu. Aku merindukamu. Dimasa lalu, kita pernah bersama bukan, dimasa lalu kita pernah saling memiliki, dan akan terus seperti itu. Kyu-ya, aku ingin menangis, aku ingin membiarkan seluruh sakitku hilang, tapi aku tidak bisa, terlalu banyak rasa sakit yang aku rasakan hingga aku tidak bisa merasakan apapun. Kyu Hyun, aku mencintaimu, aku akan menjadi gadis selai kacangmu yang baik, aku berjanji”. Seo Na bangkit, ia menghapus air mata yang sejak tadi sudah membanjiri pipinya. Ia menatap figura seorang pria yang kini tengah tersenyum kearahnya. Biarkan hari ini ia tetap mengingat pria itu, biarkan hari ini hatinya tetap memilki pria itu, dimasa lalu ia akan melanjutkan kehidupannya tanpa Kyu Hyun lagi. Setelah Ayah-ibu-dan Kyu Hyun-nya ia tidak ingin kehilangn apapun lagi, cukup mereka yang sudah menghiasi masa lalu Seo Na.

“Aiden-ssi”. panggil gadis itu, Dong Hae menatap Seo Na, menarik gadis itu kedalam dekapannya. Membiarkan semua rasa sakit gadis itu tersalurkan kepadanya, ia juga merasakan sakit meskipun tidak sebanyak gadis itu, tapi ia akan melindungi Seo Na bukan? Berkorban demi gadis itu, seperti yang pernah dilakukan Kyu Hyun pada Seo Na.

“aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi Seo Na-ya, tidak akan”.

~~~000~~~

3 years laters…

Eonni, seharusnya kau menyuruhku lebih dulu untuk kembali ke Seoul”. Seo Jin melempar handuk kearah kakaknya itu, tidak memperdulikan Seo Na yang kesal dihadapannya.

Ya!”.

Seo Jin terkekeh, kini gadis itu duduk disamping kakaknya yang sejak tadi asik memilih gaun pengantin. “ini, bagus untukmu”. Seo Jin menunjuk satu gaun bermotif bunga Cherry Blossom kesukaan kakanya, Seo Na menatap adiknya itu mencoba meyakinkan dirinya.

Jinjja?”.

“tentu saja, aku jamin kau cantik memakai gaun itu”. Seo Jin menyenggol lengan kiri Seo Na menggoda gadis itu yang akan menikah seminggu lagi dengan seorang pria tampan.

“Aiden Oppa? Apa kau yakin akan menikahinya?”. Seorang gadis kini sudah hadir diantara mereka berdua. Seo Min yang sudah menuntaskan kuliahnya di Paris, dan memutuskan untuk kembali ke Seoul bersama Seo Jin. Seo Na memang tidak jadi menetap di Paris, ia mengurungkan niatnya untuk menyusul kedua adiknya, gadis itu sekarang bekerja sebagai seorang penulis, setelah tulisan tentang kehidupan pribadinya sukses terjual beberapa tahun lalu, akhirnya ia memutuskan untuk tetap menetap di Seoul dan menjadi seorang penulis.

Ya! kenapa kau bertanya hal itu pada Eonni?”. Protes Seo Jin, Seo Min hanya menggeleng.

“seharusnya Aiden Oppa menikah denganku”. Ucap gadis itu, yang direspon pukulan kecil dikepalnya.

ya! dasar gadis genit!”. Seo Min melesat dari hadapan kakaknya itu sebelum Seo Jin memberi pukulan lebih keras pada kepalanya.

“apa aku menganggu tiga orang gadis ini?”. kehadiran seorang pria tampan kini sukses menyita perhatian ketiganya, Seo Na menatap pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

“tidak, kemarilah”. Ucap gadis itu yang direspon cibiran oleh kedua adiknya.

“Ya, ya, ya. pasangan romantis ini sepertinya sedang dimabuk asmara, Seo Min ikut denganku! Biarkan pasangan serasi itu menghabiskan waktunya berdua”.

Eonni, tapi aku ingin melihat Aiden Oppa lebih lama”.

Ya!”.

Dong Hae dan Seo Na hanya terkekeh geli mendengar celotehan kedua perempuannya itu, mereka memilih mengasingkan diri kebalkon Apartemen Seo Na yang sengaja ia beli beberapa tahun lalu sejak ingatannya kembali pulih, Apartemen mewah yang tidak terlalu jauh dari Rumah Dong Hae.

“ketika melihat kota Seoul malam hari seperti ini, aku seperti melihat lautan permata yang berkilauan”. Racau Seo Na, Dong Hae memperhatikan gadis itu. menatap sekujur tubuh Seo Na yang terlihat cantik dan sederhana dengan balutan Dress merah jambu dan switter putih yang menambah kesan manis pada gadis itu.

“tapi aku punya lautan, yang cukup menangkan hatiku. Sejak pertama aku melihat kedua matanya”. Lanjut gadis itu lagi. Dong Hae tersenyum, ia tau apa yang dimaksud Seo Na adalah dirinya.

“aku juga punya seorang gadis yang terus menerangi lautanku”. Ucap pria itu, Seo Na tersenyum lalu menatap kearah Dong Hae yang sejak tadi sudah memperhatikannya.

“kau menggodaku lagi Aiden-ssi. Dong Hae terkekeh.

“memangnya tidak boleh menggoda calon istriku?”.

“calon istriku? Siapa bilang aku akan menikah denganmu, aku akan menikah dengan Kyu Hyun-ssi?”.

“kau akan menikah dengan orang yang sudah mati?”.

Seo Na tertawa menyaksikan ekspresi Dong Hae yang berlebihan, gadis itu mengangkat tangannya, menempelkan telapak tangan kanannya pada pipi Dong Hae, mengelus pipi pria itu pelan.

“karena Kyu Hyun-ssi sudah tidak ada, aku akan menikah denganmu”. Dong Hae mengenggam tangan Seo Na yang sejak tadi leluasa mengusap pipinya. “bukan karena Kyu Hyun tidak ada, jikapun ia ada aku akan tetap menikah denganmu”. Lanjut gadis itu lagi. Dong Hae tersenyum, ia menarik tengkuk Seo Na menuntun kepala gadis itu mendekat kewajahnya, semakin mendekat hingga daun bibir mereka bertemu.

~~~000~~~

Seo Na said, For Kyu Hyun

Aku menunggu datangnya hari itu, bertemu denganmu lagi setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu, aku membencimu, aku sangat membencimu tapi pada kenyataannya kebencian itu hanya kata lain dari rasa rindu yang ku rasakan. Jika aku boleh menangis aku akan menangis, jika aku boleh bersedih aku akan bersedih, jika aku boleh tertawa aku akan tertawa, tapi setelah kau pergi pada kenyataannya aku hanya cangkang kosong yang harus tetap baik-baik saja meskipun kenyataanya hatiku ingin berteriak ngilu.

“Kyu Hyun-ah, Cho Kyu Hyun”. Aku memanggil namamu, tapi tidak kau tidak pernah berbalik dan kembali padaku. Kau tau aku merindukanmu, aku menunggumu selama bertahun-tahun, dan kini aku tidak akan menunggumu lagi.

Terimakasih atas cinta dan pengorbananmu selama ini, aku juga mencintaimu. Jika suatu saat aku dipertemukan dengan mu didunia lain aku ingin kita tetap bersama, tanpa ada satupun yang memisahkan kita.

Hari ini aku melanggar perjanjian kita dimasa lalu, aku akan menikah dengannya. Aiden Lee, aku akan menikah dengan pria itu. Dia, karena dia juga mencintaiku, sangat mencintaiku. Kyu Hyun-ah, Gumapseumnida, Jeongmal Gumapseumnida…. Saranghae….

 

THE END

 

 

 

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s